Cabai dan Jeruk Sumbang Inflasi di Jateng

SEMARANG (Asatu.id)  –  Kenaikan harga cabai dan bahan bakar minyak jenis Pertamax memicu inflasi di Jateng pada bulan Oktober 2018.

“Inflasi Jateng bulan Oktober disumbang dari kenaikan harga Pertamax dan cabai,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Hamid Ponc, Senin (5/11).

Sebelum terjadi panen raya cabai, menurut Hamid, harga komoditas ini sempat mengalami penurunan. Namun, pada bulan Oktober lalu harga kembali normal dan cenderung mengalami kenaikan, sehingga terjadi inflasi.

Menurut dia, inflasi akibat kenaikan cabai merah mencapai 0,06 persen. Selain cabai, harga komidita jeruk juga ikut menyumbang inflasi.

“Pada bulan Oktober banyak masyarakat yang menggelar hajatan atau pesta, sehingga permintaan yang banyak ini membuat harga jeruk mengalami kenaikan,”  tuturnya.

Hamid otimistis padas akhir bulan tahun ini inflasi di Jateng akan sesuai target yang ditetapkan, yakni 3,5 plus minus 1 persen.

“Sampai bulan Oktober, inflasi di Jateng 2,13 persen. Saya yakin dalam dua bulan tersisa ini,  target inflasi bisa tercapai. Biasanya inflasi bulan Desember akan naik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi inflasi, kata Hamid,  pihaknya akan berkoordinasi dengan tim pengendalian inflasi daerah bersama pemprov agar tidak ada gejolak harga yang ekstrem.

“Mudah-mudah, pada dua bulan ini harga-harga sejumlah komoditas stabil, sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap inflasi,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *