LKM Berharap Ada Perhatian Pemerintah untuk Penyelam Basarnas yang Gugur

SEMARANG (Asatu.id) – Kasus gugurnya penyelam Basarnas, Syahrul Anto, saat evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Karawang, menyedot simpati sekaligus keprihatinan berbagai kalangan.

Lembaga Kajian Maritim (LKM) Indonesia berharap kasus tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah dan Lion Air.

Selain itu, gugurnya Syacrul harus dijadikan momentum kemanusiaan bahwa memberi pertolongan orang lain yang membutuhkan bantuan harus dijadikan budaya kita sebagai masyarakat Indonesia.

“Syahcrul telah menghibahkan pikiran dan tenaganya untuk keselamatan orang lain, tentu almarhum bukanlah satu satunya orang yang sudah berkorban untuk kepentingan kemanusiaan, tetapi setidak-tidaknya peristiwa ini harus menjadi momentum kebangkitan setia kawan, peduli dengan hidup orang lain,” jelas Ketua LKM Indonesia, Untung Budiarso, dalam keterangan pers di Semarang, Minggu (4/11).

LKM berharap nama Syahcrul bisa diabadikan sebagai nama yang bersejarah untuk kemanusiaan maritim.

“Sebab dedikasinya luar biasa dalam upaya kemanusiaan terutama di dunia kemaritiman,” jelas Untung Budiarso yang juga Ketua Senat Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), Semarang. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *