Bedah Buku Pendidikan Islam Bahas Soal Pendidikan Adab

SEMARANG (Asatu.id) – Dompet Dhuafa Pendidikan menggelar diskusi dan bedah buku karya Dr Adian Husaini, baru-baru ini. Buku fenomenal berjudul Pendidikan Islam Mewujudkan Generasi Gemilang Menuju Negara Adidaya 2045 membahas soal Pendidikan Adab yang menjadi konsep yang ditawarkan Adian.

Buku dibedah langsung oleh penulisnya yang berkesempatan hadir ke Bumi Pengembangan Insani, Desa Jampang, Kabupaten Bogor yang merupakan kantor Dompet Dhuafa Pendidikan. Acara berlangsung sejak pukul 09:00 dihadiri oleh 80 orang. Para peserta tersebut berasal dari para aktivis, praktisi, dan pengelola pendidikan. Diskusi pun berlangsung seru dan hangat.

“Pendidikan bukan bisnis, pendidikan itu adalah suatu misi,” ungkap penulis buku yang juga menjabat sebagai Ketua Program Doktor Pendidikan Islam, Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini. Selanjutnya Adian juga menyebutkan generasi terhebat yang pernah ada di muka bumi ini ada tiga.

“Pertama, generasi para Sahabat Nabi yang mengalahkan Romawi dalam Perang Yarmuk. Kedua, generasi Sholahuddin Al-Ayubi yang spektakuler. Dan ketiga adalah generasi Muhammad Al-Fatih yang merupakan pemimpin suatu generasi emas,” sebut Adian.

Generasi-generasi inilah prototype dari mereka yang mendapatkan Pendidikan Adab secara paripurna. Pendidikan sudah selayaknya memiliki misi membentuk generasi-generasi seperti ketiga generasi pendahulu tersebut.

Dalam buku tersebut juga, Adian merumuskan konsep reformasi pendidikan nasional di era disrupsi ini. Reformasi yang Adian maksudkan adalah pendidikan konstitusional yang adil dan beradab. Berbagai pertanyaan kemudian disampaikan oleh audiens terhadap konsep yang Adian tawarkan tersebut.

Iwan Syahrudin sebagai praktisi pendidikan mempertanyakan tentang menanamkan konsep pendidikan Islam yang digagas oleh pembicara dalam menghadapi Era Revolusi 4.0.

“Dalam Era Revolusi 4.0 terdapat peluang sekaligus tantangan dalam mengimplementasikan konsep Pendidikan Islam. Justru hal ini membuat saya semakin terpacu untuk membuktikan bahwa Konsep Pendidikan Islam dapat diimplementasikan dalam berbagai zaman,” paparnya.

Dia menambahkan, Era revolusi 4.0, memudahkan orang untuk belajar di manapun. Namun ia menyampaikan, salah satu hal yang penting dalam konsep pendidikan islam adalah adab. Adab ini mengharuskan adanya interaksi tatap muka secara langsung antara guru dengan muridnya sehingga perlu dibuat perancangan kurikulum yang tepat, agar revolusi 4.0 tetap sejalan dengan Konsep Pendidikan Islam. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *