Agustina Wilujeng: Budaya Bukan Hanya Sekadar Seni, Tapi Produk Perilaku

IKA UNDIP: Wakil Ketua Umum IKA Undip Semarang Ahmad Muqowam melantik pengurus DPP IKA FIB Undip periode 2018-2023 di Semarang, Sabtu (3/11).

SEMARANG (Asatu.id) – Pelantikan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang telah digelar di Gedung Gradhika Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (3/11).

Acara yang dihadiri oleh ratusan alumni fakultas ilmu budaya ini telah melantik Agustina Wilujeng sebagai Ketua Umum DPP IKA FIB Undip Semarang Periode 2018-2023.

Pelantikan pengurus alumni FIB yang baru tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum IKA Undip Semarang, Ahmad Muqowam.

Muqowam berharap profesionalitas alumni FIB Undip ke depan bisa memberi kontribusi dan manfaat bagi masyarakat dan negara.

“Pendekatan budaya dan local wisdom menjadi penting. Tantangan di masyarakat akan sangat dinamis, dalam konteks keilmuan menuju negara beradab,untuk itu budaya tidak boleh ditinggalkan,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, masih terdapat ruang atau celah yang kosong dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, yakni culture approach atau pendekatan budaya.

“Budaya menjadi sesuatu yang tidak boleh kita tinggalkan karena budaya merupakan satu hal yang membedakan Indonesia dengan negara yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP IKA FIB Undip Semarang Agustina Wilujeng mengatakan sejumlah program kerja berkaitan dengan upaya melestarikan budaya telah disiapkan.

“Budaya bukan sekadar seni, bahasa dan karya sastra saja. Namun budaya merupakan bagian dari produk perilaku kita sehari-hari,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Agustina mengatakan kepada alumni FIB UNDIP yang saat ini memiliki berbagai latar belakang pekerjaan bukan menjadi halangan untuk menyiapkan program kerja organisasi ini ke depan.

“Selain itu dapat membawa suatu budaya ke arah yang lebih baik agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Agustina berharap melalui budaya masyarakat dapat melestarikan dengan berbagai cara dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *