Kemenristekdikti: Mahasiswa Hukum Harus Kreatif Optimalkan Peluang Revolusi Industri 4.0

SEMARANG (Asatu.id) – Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Intan Ahmad menegaskan, tantangan revolusi industri 4.0 sangat berat bagi sektor hukum. Sebuah penelitian bahkan menerangkan, jika 40 persen pekerjaan di sektor hukum dapat digantikan oleh komputer.

“Bahkan di Amerika Serikat, pengacara muda sulit memperoleh pekerjaan karena ada kecerdasan buatan robot bisa menggantikan peran mereka,” ujarnya dalam acara Kongres Nasional VIII Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (2/11).

Di sana, lanjut dia, orang dapat menanyakan persoalan hukum atau konsultasi hukum dapat dilakukan dengan komputer. Bahkan, komputer itu dapat menganalisa dan memberikan data dengan akurasi mencapai 90 persen, sementara akurasi para pengacara di sana hanya 70 persen.

Meski tantangan-tantangan yang dihadapi cukup berat, namun mahasiswa hukum diminta tidak berkecil hati. Masih banyak peluang yang dapat dioptimalkan dari revolusi industri 4.0 ini.

“Kuncinya harus kreatif, kalau tidak maka akan tertinggal,” pungkasnya.

Acara Kongres Nasional VIII Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) dihadiri ratusan mahasiswa hukum seluruh Indonesia. Selain itu, hadir pula Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono serta Kadivkum Polri, Irjen Pol Guntur Laope dan Ketua Ombudsman Jateng, Sabarudin. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *