Juliari Apresiasi KWT Purwosari Kembangkan Tanaman Hidroponik

SEMARANG (Asatu.id– Anggota Komisi VI DPR RI Juliari P Batubara mengapresiasi keberhasilan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, yang berhasil membudidaya tanaman hidroponik di daerahnya.

“Ini kegiatan ibu-ibu yang tentunya saya sangat mendukung dan mengapresiasi keberhasilan dalam mengelola pertanian hidroponik. Dan tentunya ini harus di dipastikan, bahwa kedepan kegiatan seperti ini harus bisa dijalankan secara konsisten,” katanya, usai melakukan kunjungan kerja di Kampung Hidroponik, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (2/11).

Lebih lanjut, Ari yang saat ini mencalonkan kembali menjadi calon legislator dari Daerah Pemilihan Jateng I yang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal itu mengungkapkan, aktifitas ekonomi produktif yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Kelurahan Purwosari ini dapat menjadi contoh oleh kelompok ibu-ibu lain untuk dapat melakukan kegiatan serupa, yang memiliki nilai ekonomi.

“Kita harapkan di komunitas lain di kota semarang bisa semakin banyak kelompok perempuan melakukan aktivitas ekonomi produktif dan menambah penghasilan juga,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Nunung Supratiningsih Kelurahan Purosari, mengatakan, kegiatan membudidayakan tanaman hidroponik dilakukan sejak tahun 2017 dan merupakan program dari Dinas Peranian Kota Semarang.

“Kita diberi peralatan dan 50 bibit per tanaman oleh Dinas Pertanian Kota Semarang, untuk selanjutnya diberi pelatihan dalam mengembangkan tanaman hidroponik,” katanya.

Lebih lanjut, Nunung mengungkapkan, dari kurang lebih 150 bibit bibit yang ada, saat ini sudah berkembang hingga ratusan bibit tanaman.

“Sudah berkembang, saat ini kita memiliki ratusan bibit, dan ratusan jenis tanaman,” ungkapnya.

Sementara untuk hasil panen dari tanaman tersebut, lanjut Nunung, Hasil panen baik dari tanaman hidroponik maupun dari tanaman organik dijual di warga setempat untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga sebagian hasil panen dijual di kelompok ibu-ibu PKK.

“Kita jual hasil panennya, dan hasilnya kita belikan pupuk, serta perlengkapan bercocok tanam untuk mengambangkan pertanian ini,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *