Atasi Kendala Teknis saat Ujian CPNS, Ganjar Minta BKN Buat Pusat Informasi

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan pernyataannya berkaitan dengan pelaksanaan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jawa Tengah yang berlangsung baik.

Adapun dalam pelaksanaan ujian dilakukan di Gor Diponegoro Sragen, UPT BKN Semarang, Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, dan Gor Satria Purwokerto dan Gor Patriot Kodam IV/Diponegoro.

Walau begitu, dalam pelaksanaan itu masih ditemukan kendala teknis berupa Keterlambatan koneksi jaringan saat dilakukan sesi ujian CAT (Computer Assisted Test) di Kabupaten Semarang sehingga mengakibatkan penundaan pelaksanaan tes hingga larut malam.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar mengaku telah meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membuat pusat informasi. Hal itu ia maksudkan untuk mereda kebingungan para peserta tes jika sewaktu-waktu terjadi kendala teknis saat pelaksanaan ujian berlangsung.

“Pemprov Jateng berusaha membantu tim BKN serta pihak vendor penyedia jaringannya untuk membebaskan kendala yang terjadi agar ujian berjalan dengan baik hari demi hari,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara Mas Ganjar Menyapa yang disiarkan langsung dari Rumah Dinas Jawa Tengah Puri Gedeh, Selasa (30/10).

Ganjar mengungkapkan, pihaknya terus melakukan asistensi termasuk memberikan fasilitas kepada para peserta tes mulai dari menyiapkan tenda untuk yang pulang kemalaman, gedung hingga AC. Sementara itu, dikatakannya semua itu ditangani oleh BKN sehingga Pemprov dan BKN terus bersinergi agar para peserta tes dapat lacar mengikuti seleksi.

“Yang menarik adalah sistem ini menggunakan pokoke komputer kabeh (Pokoknya komputer semua), mulai dari cara mendaftar, dari awal menyiapkan, membantu mengasistensi caranya daftar,” terang dia.

Dia melanjutkan, sistem informasi tersebut mendapat respon baik dari para peserta di tengah-tengah kebutuhan informasi yang cepat itu. Ia pun mengapresiasi para peserta yang telah memanfaatkan media sosialnya untuk melaporkan masalah jaringan yang terjadi sehingga pihaknya dapat dengan sigap mengantisipasi permasalan tersebut.

“Perasaan kita baik-baik saja tapi banyak yang lapor. Dari situ teman-teman ada pasukan khusus datang ke tempat-tempat yang dituju, saya datang untuk melegakan peserta karena ini berkaitan dengan kondisi psikologis mereka: jangan sampai mereka tertekan karena masalah remeh-temeh,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *