’Misteri Sang Pangeran’ Awali Pentas Budaya di Taman Indonesia Kaya

SEMARANG (Asatu.id) – Lakon pertunjukan teater “Misteri Sang Pangeran” berkisah tentang sebuah negeri yang banyak mengalami gangguan. Rakyat merasa gelisah dan tidak aman, para perampok dan pencuri mengganggu penduduk. Hingga muncullah dua orang Pangeran yang berhasil mengatasi para pengganggu tersebut.

Rakyat merasa senang, bahkan sang Putri pun jatuh cinta kepada pangeran. Namun, ternyata tidak semua rakyat senang akan kehadiran dua Pangeran itu. Ada yang menghasut Baginda Raja agar memberi hukuman bagi kedua pangeran itu.

Dua Pangeran pun akhirnya difitnah, kisah cintanya dengan Sang Putri pun terhalang sebuah syarat yang mustahil dipenuhi, yaitu, membangun taman indah dalam satu malam.

Itulah sepenggal alur cerita pentas teater yang digelar di panggung Taman Indonesia Kaya, Jalan Menteri Supeno, Semarang, Sabtu (27/10) malam. Ini merupakan pementasan budaya pertama sejak taman itu diresmikan Waki Kota Semarang Hendrar Prihadi, 10 Oktober lalu.

Naskah “Misteri Sang Pangeran” ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor. Pementasan ini mengambil bentuk dan spirit teater rakyat. Kisah yang ditampilkan diolah dari khasanah cerita rakyat Indonesia yang telah banyak berkembang. Dari kisah rakyat tersebut dan lakon ini, penonton dapat memetik hikmah dan kebajikan untuk melihat situasi pada hari ini.

Di akhir pementasan diceritakan, dengan bantuan rakyat yang mendukung Sang Pangeran dan juga kesaktiannya, akhirnya dua Pangeran itu dapat mempersembahkan taman untuk Sang Putri. Tak hanya itu, terungkap pula bahwa pangeran itu adalah anak Baginda Raja yang ketika bayi dibuang ke hutan oleh Adipati yang diam-diam ingin menguasai kerajaan.

Raja bahagia karena anaknya yang hilang, telah kembali. Ia pun bahagia karena kerajaan menjadi punya taman. Taman yang indah, taman yang kemudian menjadi lambang persatuan dan kerukunan, yang kemudian dinamakan Taman Indonesia Kaya, yang ditengahnya terdapat air mancur warna-warni.

Pementasan “Misteri Sang Pangeran” menampilkan sejumlah seniman ternama, yakni Prie GS, Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Sruti Respati, Sahita, Hargi Sundari, Novi Kalur, Rio Srundeng, Semarang Magic Community, Sanggar Greget Semarang, Jagoan Jagoan Jawa Tengah, Teater Djarum, serta iringan musik dari Djaduk Ferianto dan Kuaetnika. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *