Bea Cukai Tanjung Emas Edukasi Pelaku UKM tentang Prosedur Ekspor Impor

SEMARANG (Asatu.id) – Proses ekspor dan impor masih menjadi kendala bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Untuk membantu mereka, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas memberikan edukasi.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VII M Muamar Kadafi mengatakan para pelaku UKM saat ini mendapat kesempatan memperoleh bahan baku dari luar negeri dengan mendapatkan pembebasan Bea Masuk dengan mekanisme Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE-IKM).

“Syaratnya, barang jadinya harus diekspor,” kata Muamar Kadafi saat menerima kunjungan para pelaku UKM Kabupaten Banjarnegara, di Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, baru-baru ini.

Pada kunjungan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, mereka didampingi petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara.

Selama mengikuti edukasi, menurut Muamar Kadafi, para peserta mendapat pelatihan soal prosedur ekspor dan impor serta tata laksana kepabeanan di bidang ekspor. Materi tatalaksana kepabeanan di bidang ekspor disampaikan Kepala Subseksi Hanggar Pabean Cukai XVI Donny Kristiawan.

Donny Kristiawan mengatakan secara umum, barang ekspor tidak diperiksa. Kendati demikian, ada beberapa kategori barang yang diperiksa fisik. di antaranya barang yang terkena bea keluar, barang yang mendapat fasilitas KITE-IKM, juga ekspor sementara yang terkena Nota Hasil Intelijen (NHI).

“Tidak 100 persen diperiksa, tapi ada kemungkinan diperiksa fisik,” ujar Donny.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *