Masa Depan Generasi Muda Merupakan Aset Sekaligus Risiko

SEMARANG (Asatu.id) – SDGs Ambassador to 2030 Youth Force Indonesia, Tirza Listyarani mengatakan, pemuda penting bagi pembangunan, karena anak muda jaringannya luas, kreatif, inovatif. Selain itu, di masa depan generasi muda merupakan aset sekaligus risiko.

“Masa depan dunia bergantung pada kita. Jika postif kita menjadi aset, sedang kalau negatif akan menjadi risiko. Oleh karenanya ayo jadilah generasi muda yang bermanfaat,” ajak Tirza Listyarani pada diskusi “United We Fight, United We Win, Peran Anak Muda dalam Agenda 2030″, di Nestcology Semarang, Selasa (23/10).

Menurut Tirza, proses pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda yang dekat dengan masyarakat.

Generasi muda pun dapat melakukan tindakan yang mendukung SDGs, mulai dari cara yang sederhana. Misalnya, mematikan lampu saat hendak tidur, dan sebagainya.

“Jadi kalau ditanya kontribusi kita pada SDGs itu apa, jangan mikir terlalu jauh ke depan, untuk memdukung SDGs bisa dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tandasnya.

Diskusi tersebut selain dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, juga dihadiri Direktur Informasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wiryanta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *