Kunjungi Tambak Lorok, Menteri Susi Minta Warga Lakukan Gerakan ’Menghadap ke Air’

SEMARANG (Asatu.id) – Ratusan warga memenuhi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tambak Lorok Semarang Utara, Sabtu (20/10). Mereka berkumpul mengerumuni Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan yang sedang menyapa warga yang didominasi nelayan.

“Pengerukan sungai sudah belum?” “Sudah…”, “Nelayan dapat banyak kan nggak?” “enggak…” Begitulah pertanyaan-pertanyaan Menteri Susi yang disambut dengan jawaban antusias masyarakat Tambak Lorok saat Susi berkunjung.

Mengetahui pendapatan nelayan yang berkurang, dalam kunjungan itu ia mengimbau masyarakat untuk menjaga laut, salah satunya adalah dengan tidak menggunakan cantrang saat mencari ikan.

Menurutnya, ikan yang semakin sedikit saat ini mulai menandakan akan segera habis, sehingga masyarakat harus tertib menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

“kami datang untuk menyisir janji Pak Presiden yang belum ditepati. Pengerukan sungai sudah, rumah kurang, alat penangkap sudah ditambah, kapal di sini kapal kecil bukan kapal besar. Kapal di bawah 10 GT langsung gunakan saja, nggak perlu izin-izin lagi,” ujarnya tegas di hadapan para nelayan.

Di hadapan para nelayan itu Susi menjelaskan, bantuan pemerintah kepada masyarakat terbatas, sehingga perlu andil masyarakat untuk turut menjaga dan melindungi laut, terutama dari sampah plastik.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan sebisa mungkin menyarankan untuk tidak menggunakan plastik.

“Silakan masyarakat mengoordinir untuk mengumpulkan sampah plastik. Indonesia ini penyebab sampah terbesar di dunia, lautnya banyak plastik. Nanti kalau terus begini, kalau setiap tahun kita buang sampah sampai sepuluh juta ton sampah plastik di seluruh indonesia, tahun 2030 sampeyan menjaring dapatnya plastik,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, Menteri Susi mengajak masyarakat untuk mulai melakukan gerakan “Menghadap ke Air”, salah satunya adalah dengan melaksanakan gerakan nasional tanggal 28 Oktober nanti. Hal itu, menurutnya adalah salah satu upaya untuk menerapkan kebiasaan masyarakat peduli sampah.

“Mulai hari ini, gerakan nasional tanggal 28 nanti seluruh masyarakat Tambak Lorok menghadap ke air, ke sungai, atau laut. Pungut setiap ada plastik yang ada, kalau ada tempat pembuangan buang ke TPA, kalau tidak ada cari tempat terbuka dibakar. Mungkin kegiatan begitu setiap dua bulan sekali untuk menjaga kebersihan laut,” imbaunya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *