Bukalapak Ajak Masyarakat Maksimalkan Investasi melalui BukaReksa

SEMARANG (Asatu.id) – Bukalapak yang notabennya merupakan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, terus melakukan berbagai inovasi, salah satunya yakni dalam hal investasi.

Melalui fitur BukaReksa, Bukalapak yang menggandeng Bareksa selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) optimis mampu menggaet hingga 200 ribu investor hingga akhir tahun 2018.

Investment Solution Manager Bukalapak, Abdul Hafizh Asri mengatakan, Bukalapak pada Januari 2017 lalu telah meluncurkan fitur baru BukaReksa, dimana fitur tersebut menyediakan sarana investasi reksa dana secara online dan aman.

“Data per Oktober ini lebih dari 110 ribu investor telah mendaftar di BukaReksa. Sampai akhir tahun kami optimis bisa mencapai setidaknya 200 ribu investor. Kami terus berupaya meningkatkan jumlah investor reksa dana di BukaReksa dengan berbagai kegiatan seperti Seminar yang saat ini digelar di tigo kota Besar sekaligus yakni Jakarta, Semarang dan Bandung,” katanya, Sabtu (20/10).

Lebih lanjut, Hafizh mengatakan, pengguna Bukalapak dapat melakukan investasi reksa dana di BukaReksa mulai dari Rp 10 ribu, yang dapat dilakukan dengan berbagai metode pembayaran.

“Kami juga melakukan berbagai terobosan untuk memudahkan pengguna, salah satunya mempersingkat waktu Know Your Customer (KYC) calon investor hingga hanya memerlukan tiga jam saja untuk dapat disetujui sebagai investor,” ungkapnya.

Benefit lain diantaranya proses pembelian maupun penjualan reksa dana yang sangat mudah, return menarik, produk yang dapat dijual kapan saja, berbagai macam produk reksa dana hingga tidak ada biaya transaksi untuk penjualan dan pembelian produk reksa dana.

“Kami saat ini juga punya produk reksa dana pasar uang yang eksklusif. Yakni CIMB Principal BukaReksa Pasar Uang dan Mandiri Syariah BukaReksa Pasar Uang yang sangat cocok bagi investor pemula dengan nominal transaksi yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10 ribu,” ungkapnya.

Investor BukaReksa dapat melakukan transaksi dengan berbagai metode pembayaran. Seperti, lewat BukaDompet, transfer, transver virtual account, instant payment (BCA KlikPlay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks ataupun rekening ponsel), Indomaret, Alfamart dan melalui Pos Indonesia.

Sementara itu, Business Development Bareksa, Adam Nugroho menambahkan pihaknya telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai APERD guna menghandle sistem transaksi reksa dana di bursa efek.

“Total investor di Bareksa sampai saat ini mencapai 250 ribu investor, terbesar datang dari investor BukaReksa,” katanya.

Bagi Adam, di era globalisasi dan digital saat ini, menabung saja tidak cukup untuk menyiapkan masa datang. Karena itu, masyarakat perlu berinvestasi dan mampu memilih produk investasi sesuai profil resiko masing-masing. Dengan cara tersebut, dana yang dimiliki bisa berkembang dengan baik untuk masa depan yang lebih terencana.

“Untuk tahun ini Bareksa menargetkan bisa menarik 50 perseb investor dari yang sudah ada saat ini, yakni 250 ribu investor,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *