Penting, Anak Harus Diajarkan Selalu Bahagia

SEMARANG (Asatu.id) – Peran orang tua dalam sebuah keluarga sangat kompleks. Salah satunya adalah melindungi anak. Meski begitu, selayaknya orang tua jangan terlalu melarang apa-apa yang dilakukan anak.

Ada beberapa konsekuensi dari perlakuan orang tua. Jika terlalu memberi rasa khawatir pada anak, justru anak akan berkembang menjadi anak yang penakut. Maka yang terpenting bagi orang tua harus selalu membangun rasa bahagia pada anak.

”Kalau kita bahagia, maka anak-anak akan tumbuh dengan kuat, tahan stres dan tantangan untuk menghadapi hidup di masa depan,” kata psikolog Elizabeth Santosa, dalam sebuah diskusi dengan para jurnalis dan bloger, di The Palis Resto, Jalan Sultan Agung, Semarang.

Menurutnya Elizabeth, orang tua jangan sampai marah di hadapan anak, namun bagaimana harus selalu membangun rasa bahagia.

”Orang tua yang bahagia, maka otomatis anak akan bahagia. Positif afektifnya diperbanyak, dengan menyayangi anak. Apapun kondisi kita harus bahagia. Kebahagiaan harus diusahakan,” jelasnya.

Namun di sisi lain, banyak orang tua yang masih belum bisa memaksimalkan keterlibatan mereka bersama anak meskipun telah susah payah menyisihkan waktu.

Sementara itu, tekanan hidup modern saat ini, menurut Elizabeth berdampak pada kebahagiaan orang tua itu sendiri. “Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak, apabila orang tuanya sendiri tidak mengetahui bagaimana membahagiakan diri sendiri?” katanya.

Dalam diskusi, hadir juga dr anak Fatima Safira Alatas. Dia bicara dari sisi kesehatan anak. Menurutnya, anak Indonesia masih banyak yang berpotensi kekurangan asupan nutrisi seimbang, yang berpengaruh pada tumbuh kembang dan kebahagiaannya.

“Orang tua harus nemperhatikan makanan anaknya dengan memperhatikan keseimbangan gizinya,” tutur dr Safira. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *