Jateng Genjot Kerja Sama Investasi Padat Modal dan Karya

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen menandaskan, Provinsi Jawa Tengah menggenjot kerja sama internasional dengan berbagai negara di belahan dunia, salah satunya dengan Tiongkok, baik dalam bidang pendidikan, perdagangan, investasi, pariwisata, maupun infrastruktur.

“Pada prinsipnya kerja sama luar negeri, termasuk dengan Tiongkok, menjadi peluang untuk menarik investasi yang padat modal dan sekaligus padat karya guna mendorong kemajuan pembangunan daerah, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Taj Yasin Maimoen.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin, menyampaikan hal itu saat memberi sambutan pada pembukaan seminar di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang, Kamis (18/10).

Seminar bertema “Menuju Sinergitas Global Maritime Fulcrum RI dan Belt and Road Initiatives Tiongkok” itu, selain Taj Yasin sebagai keynote speech, hadir pula Rektor Unwahas Semarang Prof Dr Mahmutarom SH MH, serta sejumlah narasumber, yakni Konjen Tiongkok Gu Jingqi, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI Siswo Pramono.

Wakil gubernur mengatakan, khusus dengan Tiongkok, Pemprov Jateng telah melakukan beberapa pertemuan untuk mendorong peningkatan kerjasama. Antara lain kerja sama peningkatan investasi Tiongkok ke Jateng, pembelajaran tentang pembangunan infrastruktur dan pengelolaan bencana.

Kemudian dengan Fujian, lanjut dia, meningkatkan hubungan sister province. Sehingga memunculkan kesepakatan-kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan, perluasan kerja sama di bidang infrastruktur dan energi, pariwisata, serta pengenalan budaya kedua daerah.

Selain itu, dilakukan perluasan kerja sama di bidang perikanan dan kelautan, terutama dalam pengolahan produk laut di kawasan China-ASEAN, serta pengenalan kesenian budaya Jawa Tengah dalam kemasan tarian, dan mini orkestra di Zhicheng Fuzhou University, Fujian.

“Kerja sama Jateng dengan Tiongkok sudah lama terjalin di berbagai bidang. Kita segera tindaklanjuti, termasuk MoU ini jangan hanya menjadi arsip namun harus segera ditindaklanjuti,” pinta Gus Yasin.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *