Pelaku Kreatif Semarang Bentuk Semarang Creative Consortium

SEMARANG (Asatu.id) – Sejumlah pelaku seni dan praktisi kreatif Kota Semarang membentuk Semarang Creative Consortium (SCC) pada 14 Oktober 2018 di Coworking Space dan Inkubasi Startup Rumah Sasongko, Kota Semarang. Sekitar kurang lebih 70 orang yang selama ini bergerak di bidang seni dan kreatif di Kota Semarang mengesahkannya.

Mereka yang hadir di antaranya terdiri dari pemusik, pegiat teater, desainer grafis, pegiat komik, sketcher, pelukis, penulis, kartunis, fotografer, pegiat kampung, pelaku seni pertunjukan kontemporer, pengusaha studio rekaman, manajemen pemusik, mahasiswa, hingga asesor Bekraf juga hadir dalam acara tersebut.

Dimulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB, diskusi digelar. Dalam diskusi, peserta bergantian mengungkapkan cara pandang terhadap permasalahan laku kreatif di Kota Semarang.

Keluhan pun diungkapkan, seperti fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai, perlunya pendampingan kebijakan pemerintah, saling terbukanya antar bidang untuk penyelesaian masalah secara bersama.

Puncaknya pada forum pertemuan pertama SCC tersebut akhirnya memilih Akhmad “Adin” Khairudin yang merupakan Direktur Hysteria, sebagai presidium pertama SCC.

Adin sendiri mengatakan bahwa fenomena kegagalan dalam melakukan gerakan bersama mengakibatkan komunitas-komunitas di Semarang mati atau bertahan dengan caranya sendiri. SCC hadir menawarkan kemungkinan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, pembentukan SCC didasari semangat kolaborasi antarpelaku kreatif yang berfokus pada advokasi kebijakan.

“SCC ini langkah awal di Semarang yang tidak pernah terjadi dalam 15 tahun terakhir sebelumnya di Semarang di mana berbagai komunitas kreatif di Semarang membentuk platform terbuka bersama-sama,” ujar Adin.

Beberapa yang diungkapkan mengenai konsorsium adalah sebagai wadah mengalirnya informasi, dari kegiatan hingga peluang kreatif dan dana, disusun atas kesepakatan dan keinginan bersama dalam pemanfaatan SCC, pemilihan masalah yang diungkapkan di konsorsium.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *