Fajar : Pedagang Tahu Gimbal dan Jagung Bakar Dijatah Satu Shelter per Orang

SEMARANG (Asatu.id) – Pedagang kaki lima (PKL) jagung bakar dan tahu gimbal di area Taman Indonesia Kaya hanya dibolehkan dimiliki satu orang untuk tiap shelter. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto kepada Asatu.id, Selasa (16/10).

Menurutnya, Dinas Perdagangan saat ini masih menerima aduan dari masyarakat dan pedagang yang mengelukan adanya oknum tertentu yang memiliki shelter lebih dari satu.

“Jumlah shelter tahu gimbal dan jagung bakar total ada 78 unit dan diwajibkan satu orang hanya memiliki satu unit shelter, aturan itu sudah kita sampaikan kepada pedagang saat pemberian shelter lama,” katanya.

Fajar juga mengatakan, selama ini ada indikasi kalau shelter-shelter tersebut ada yang diperjualbelikan. Padahal, berdasarkan ketentuan dan kesepakatan bersama antara pedagang dengan pemerintah hal tersebut tidak diperbolehkan. Tujuannya, untuk memberikan rasa keadilan di antara pedagang-pedagang lainnya.

“Satu pedagang satu unit, dan ini merupakan kebijakan dari kami selaku Dinas yang berwenang mengatur pedagang. Kalau setelah pemberian shelter baru ini masih ada laporan terkait adanya jual beli shelter, maka yang bersangkutan tidak akan kami beri tempat lagi. Mereka seharusnya tidak melakukan jual beli shelter, itu merupakan aset Pemkot Semarang,” tegasnya.

Menurut Fajar, pihaknya akan mengumpulkan PKL jagung bakar dan tahu gimbal untuk kembali menyosialisasikan terkait kepemilikan shelter. Diharapkan, nantinya tidak akan menimbulkan masalah sama saat aturan tersebut diterapkan. Dia menyatakan, pedagang hanya boleh buka mulai pukul 16.00 hingga 23.00.

“Setelah itu, mereka harus kembali merapikan gerobak dagangannya dan membersihkan sampah yang ada. Gerobak tidak boleh berada di shelter usai jam jualan. Lokasi sekitar juga tidak boleh digunakan untuk mencuci piring, gelas maupun perlengkapan lainnya,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *