Perubahan RTRW Miliki Nilai Urgensi dan Butuh Masukan

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Pansus Raperda Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jateng, Abdul Azis melaporkan hasil kerja tim dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng, di Gedung Berlian, Senin (15/10).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, Abdul Azis melaporkan, perubahan RTRW itu memiliki nilai urgensi, sehingga membutuhkan masukan dari kementerian, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait.

Secara umum, ada 65 dari 145 pasal yang berubah, membahas soal pengairan dan tata ruang lainnya. Ada beberapa perubahan dengan mengingat dan memerhatikan local wisdom.

“Dalam perubahan itu, Pansus menitikberatkan beberapa poin yakni mendorong perluasan pertanjan menjadi 1,25 juta hektar dari awal seluas 1,21 hektar. Hal itu untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Selanjutnya soal tol Semarang-Demak-Jepara dibangun di pinggir pantai untuk mengatasi rob dan abrasi.  Untuk jalur Bawen-Jogja, perlu investasi jalur rel di samping jalan existing. Upaya itu dinilai lebih efisien dibanding investasi tol yang akan menghapus sejumlah lahan,” jelas Abdul.

Soal tambang di Pegunungan Kendeng, pihaknya mempertimbangkan masukan dari LSM, aktivis, dan pihak-pihak terkait. Tujuannya, penyelamatan lingkungan sekitar.

Menanggapi Raperda Perubahan RTRW yang telah disetujui itu, Sekda Sri Puryono mengatakan, perubahan tersebut mendesak dilakukan karena secara eksternal telah terjadi perubahan kebijakan nasional dan provinsi.

“Diharapkan, setelah Raperda Perubahan RTRW itu disetujui bersama, legislatif dan eksekutif secara bersama-sama masih tetap mengawal dan menuntaskan proses yang belum selesai sebagaimana dimaksud, sehingga proses materiil dan proses formil perda itu terpenuhi,” jelas Sekda mewakili gubernur. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *