Taman Indonesia Kaya Bukti Pembangunan dengan Pendanaan Non-APBD

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan Taman Indonesia Kaya merupakan bukti pembangunan bersama yang dilakukan dengan dana non-APBD.

“Ini salah satu bukti bahwa pembangunan tidak selalu menggunakan dana APBD. Dengan menggandeng investor swasta sebagai Corporate Sosial Responsibility (CSR) yakni Djarum Foundatio ,” Katanya.

Lebih lanjut Hendi sapaan akrab walikota itu mengatakan, pembangunan Taman Indonesia Kaya, yang saat ini menjadi ikon baru Kota Semarang, membutuhkan pengorbanan yang sangat luar biasa. Salah satunya yakni pengorbanan yang dilakukan Djarum Foundation, kemudian Pemkot, dan yang tak kalah penting yakni kerelaan para pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini sementara waktu pindah sembari menunggu shalter yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan.

“Oleh karenanya, saya berharap kita semua warga Kota Semarang dapat menjaga agar Taman Indonesia Kaya bisa tetap terawat dan juga terjaga kebersihannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan untuk 3 bulan pertama perawatan dan keamanan akan ditangani oleh pihak Bakti Budaya Djarum Fondation. Dan di tahun 2019 akan ditangani Pemkot Semarang.

“Anggaran perawatan dan lainyauntuk Taman Indonesia Kaya cukup besar. Sementara untuk tiga bulan pertama pendanaan terkait dengan pemeliharaan akan ditanggung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Dan untuk kedepannya mulai 2019 sepenuhnya akan ditanggung Pemkot,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *