Pertukaran Pelajar dengan Jerman, Kepsek SMAN 5 Semarang Ingin Kenalkan Budaya Indonesia

SEMARANG (Asatu.id) – Program pertukaran antara Heinrich-Heine-Gymnasium, Hamburg, Jerman dengan SMA Negeri 5 Semarang masih berlangsung hingga hari ini. Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Semarang Dr. Titi Priyatiningsih, M.Pd mengungkapkan, para pelajar harus dibekali dengan pengetahuan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Bekal dengan pengetahuan global ini diberikan tanpa meninggalkan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” ujarnya menanggapi Vice Principal Heinrich-Heine-Gymnasium, Hamburg, Katrin Dause yang sedang beramah-tamah dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (11/10).

Titi menjelaskan, sebelum melaksanakan program pertukaran pelajar itu pihaknya telah serius membekali 19 siswa SMA Negeri 5 Semarang. Ia mengaku selama kurang lebih empat bulan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Heinrich-Heine-Gymnasium, Hamburg itu.

“Setiap Sabtu dan Minggu, siswa rela tidak libur untuk mempersiapkan diri. Mereka belajar untuk fasih berkomunikasi bahasa Inggris hingga berlatih bermain gamelan dan menari,” ungkapnya.

Sementara itu ia melanjutkan, berbagai pembekalan diberikan baik berupa kemampuan berbahasa Inggris, berpidato, presentasi termasuk kemampuan perform untuk bermain gamelan. Pembekalan-pembekalan itu menurutnya sangat menunjang berkaitan dengan misi program pertukaran pelajar itu, yakni untuk mengenalkan budaya Indonesia.

“Tantangannya anak-anak harus tetap mengikuti pembelajaran rutin dan mereka rela selama empat bulan setiap Sabtu dan Minggu tidak libur karena itulah waktu yang efektif untuk memberikan pembekalan kepada mereka,” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *