Setelah 11 Bulan, Taman Indonesia Kaya Berhasil Diresmikan

SEMARANG (Asatu.id) – Setelah beberapa kali tertunda, Taman Indonesia Kaya yang terletak di Jalan Menteri Supeno atau yang sebelumnya Taman KB akhirnya diresmikan Rabu (10/10) malam. Acara peresmian dimulai pukul 19.00 WIB diawali dengan sambutan Presiden Direktur Djarum Foundation, dilanjutkan sambutan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, masa pembangunan tersebut terhitung cukup cepat yakni 11 bulan. Menurutnya, hitungan bulan itu bukanlah hal biasa lantaran telah cukup banyak pengorbanan untuk percepatan peresmian Taman Indonesia Kaya. Terutama, pihak Pemerintah Kota Semarang yang gencar melakukan berbagai pembenahan untuk taman yang dulunya bernama Taman KB itu.

“Alhamdulillah dengan prinsip Bandung Bondowoso 11 bulan ini Taman Indonesia Kaya bisa kita resmikan bersama-sama pada malam hari ini. Jadi prosesnya luar biasa, Bu Wakil terutama yang riwa-riwi ke sana-ke mari,” ungkapnya saat memberikan sambutan di sela-sela acara peresmian Taman Indonesia Kaya.

Ia menjelaskan, proses pembangunan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu lantaran ia mengaku pihaknya telah memulai inisiasi dengan Pemerintah Provinsi sejak tahun 2014/2015 lalu, namun komunikasi tersebut hilang begitu saja.

“Setelah saya dan bu wakil di lantik 2016 secara tidak sengaja kita ketemu Bu Renita di Jakarta kemudian komunikasi ini bisa dilanjut kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Rahmat Hartono dalam sambutannya mengungkapkan, Taman Indonesia Kaya tersebut merupakan wujud bantuan untuk kota kelahirannya yakni Semarang. Peresmian itu menurutnya merupakan permulaan yang dipadu semangat taman free sampling.

“Kita akan mempertontonkan acara menarik dengan gratis untuk semua rakyat semarang, kita akan membantu adakan turnamen-turnamen level SMP-SMA untuk mereka bisa aktif berlatih dan mengembangkan budaya Indonesia, syukur-syukur dalam versi yang lebih modern, menarik dan inovatif,” jelasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *