Nilai Tukar Petani Jawa Tengah Naik

SEMARANG (Asatu.id) – Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada September 2018 sebesar 103,31 atau naik 0,79 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya yang sebesar 102,50.

“Kenaikan NTP disebabkan indek harga gang diterima oetani naik 0,56 persen, sedang indek harga yang dibayar petani turun sebesar 0,23 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono.

Dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks, yaitu subsektor tanaman pangan naik 3,17 persen, subsektor hortikultura naik 0,65 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 1,23 persen.

“Sedang subsektor yang mengalami penurunan indeks, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,22 persen dan subsektor peternakan tuumryn sebesar 1,57 persen,” katanya.

Dari 33 provinsi, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Jambi sebesar 1,68 persen. Sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bangka Belitung sebesar 1,18 persen.

Sementara pada waktu yang sama, September 2018, indeks konsumsi rumah tangga perdesaan di Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,62 persen. Penyebabnya antara lain turunnya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *