Jaga Pocong Mulai 25 Oktober

SEMARANG (Asatu.id) – Jaga Pocong jadi rekomendasi tontonan diperayaan Halloween yang identik dengan kesan horor. Bersetting Indonesia tahun 80an, Jaga Pocong rilis serentak mulai 25 Oktober 2018.

Hadrah Daeng Ratu sutradara Jaga Pocong, membeberkan tentang film horor layar lebar pertamanya ini pada Asatu.id. Meski bukanlah nama baru di perfilman Indonesia, Hadrah yang sebelumnya menggarap Mars Met Venus di tahun 2017 mengaku, Jaga Pocong bukanlah pertama kalinya Ia menggarap film bertema horor.

“Sebenarnya sudah sering bikin genre horor tapi di FTV, kalau layar lebar genre horor ini memang yg pertama,” ungkapnya saat dihubungi Asatu.id beberapa waktu lalu.

Film yang terinspirasi dari banyaknya cerita dan pengalaman yang Ia dengar dari orang-orang yang pernah bersentuhan dengan alam gaib, Hadrah mengatakan genre horor merupakan tantangan tersendiri dalam mengeksplor dimensi yang berbeda dari apa yang kita lihat selama ini.

“Bikin film horor juga seru kok. Kita bisa eksplore menghadirkan dimensi dunia yang berbeda dari biasanya,” ujar Hadrah.

Jaga Pocong dibintangi oleh Acha Septriasa yang berperan sebagai seorang suster bernama Mila yang mendapatkan tugas dari tempatnya bekerja untuk mengunjungi rumah salah satu pasiennya. Hadrah mengatakan sejak skenario diturunkan, Acha Septriasa langsung tebayang sebagai sosok Suster Mila.

“Karakternya sangat kuat dan dari awal kami sudah ngebayangin kalo skenario ini memang harus Acha yang main,” aku Hadrah.

Ia menambahkan meski Acha terkenal sebagai pemain film drama, ia tidak meragukan kualitas aktingnya dalam Jaga Pocong. Pasalnya 80% adegan dalam film ini bergantung pada karakter Acha dalam menyampaikan emosinya. Didukung oleh aktris senior Jajang C. Noer serta Zack Lee yang baru-baru ini bermain dalam fil action Buffalo Boys.

“Memang seperti one women show-nya Acha, Acha punya kualitas akting yang luar biasa menurut saya. Buat saya acha berhasil menyampaikan rasa takutnya lewat ekpresi ekpresinya,” tuturnya.

Mengenai film dengan genre horor di Indonesia yang sebelumnya identik dengan objektifikasinya terhadap perempuan, Hadrah menuturkan Ia tidak merasa terbebani dengan hal tersebut pasalnya Jaga Pocong akan menyajikan sesuatu yang berbeda dari segi cerita dan visual. Harapannya Jaga Pocong dapat diterima baik oleh penonton.

“Kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda di Indonesia, khususnya genre horor. Semoga diterima dengan baik oleh penonton,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *