Ngobrol Film Aruna dan Lidahnya dengan Nicholas Saputra

SEMARANG (Asatu.id) -Aruna dan Lidahnya adalah satu film Indonesia yang sedang tayang akhir pekan ini di bioskop. Nicholas Saputra, salah satu pemeran film Aruna dan Lidahnya, bercerita tentang naskah film ini merupakan salah satu naskah terbaik yang ia pernah terima.

Berperan sebagai Bono, Nicholas Saputra yang dalam film kembali dipertemukan dengan Dian Satrowardoyo, mengaku ketertarikannya mengambil peran dalam Aruna dan Lidahnya tidak lain karena film ini memiliki garapan naskah yang sangat baik.

“Dialog-dialog dalam film ini sangat luar biasa dan salah satu naskah paling bagus yang pernah saya terima,” ungkap aktor yang kerap disapa Nico itu ketika mempromosikan filmnya di Semarang beberapa waktu lalu.

Karakter Bono dalam film ini digambarkan sebagai seorang teman yang baik, meski terkadang jahil namun memiliki pengetahuan yang luas. Profesi Bono sendiri adalah seorang chef, meski kenyataan Nico suka memasak namun pendalaman karakternya sebagai Bono juga tidak mudah. Ia mengatakan dapur rumahan sangat berbeda dengan dapur profesional, sehingga perlu sedikit beradaptasi.

“Saya suka masak, tapi masak di rumah. Rasanya beda banget secara pengalaman masak di dapur profesional,” ujar alumni Universitas Indonesia tersebut.

Film yang diangkat dari novel Laksmi Pamuntjak dengan judul yang sama ini, bercerita tentang petualangan kuliner empat sahabat. Meski dalam film hanya ada empat kota dari sepuluh kota di novelnya namun tidak mengurangi keseruan pengalaman menonton film ini.

Nico mengungkapkan ada 21 jenis makanan yang ada dalam film berdurasi 106 menit tersebut. Bagi Nico makanan yang paling berkesan adalah rawon buntut, karena kesukaannya akan rawon dan sop buntut campuran kedua makanan ini menjadi favoritnya.

“Ada 4 kota yaitu Surabaya, Pamengkasan, Pontianak dan Singkawang. Dan 21 jenis makanan, favorit saya adalah rawon buntut,” kata Nico.

Aruna dan Lidahnya merupakan film ke dua dsri Palari Films yang kembali menggandeng Edwin sebagai sutradara setelah sebelumnya sukses melambungkan namanya dengan Posesif (2017). Menutup wawancara Nico berujar Aruna dan Lidahnya merupakan film yang berbeda dari yang lain sehingga patut segera disaksikan di bioskop-bioskop terdekat.

“Film ini lucu, seru dan berbeda dari yang lain jadi harus nonton,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *