Jelang Peringatan Pertempuran Lima Hari, Hendi Ajak Warga Ziarah

SEMARANG (Asatu.id) – Menjelang peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yang diperingati setiap tanggal 14 Oktober, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak warga Kota Semarang untuk mengenang jasa-jasa perjuangan dan pengorbanan pejuang Kota Semarang terdahulu, khususnya KRMT. Wongsonegoro Kamis (4/10).

Saat berziarah ke makam KRMT Wongsonegoro, di desa Gatak Kabupaten Sukoharjo itu, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi menekankan juga pentingnya  meneladani jasa-jasa Gubernur Jawa Tengah pertama setelah kemerdekaan tersebut untuk Kota Semarang.

“Di dalam momentum ziarah ini terdapat makna penting, yaitu makna semangat perjuangan dan berkorban yang dilakukan oleh para pelaku perjuangan waktu itu supaya bisa menjadi sebuah momentum buat kita sekaligus. Kita meniru apa yang baik yang sudah pernah dilakukan pahlawan dalam memerdekakan bangsa kita khususnya Kota Semarang”, ujar Hendi.

Hendi juga menjelaskan, berjuang untuk bangsa dan negara tidak hanya dari sisi materi saja tapi harus semua dikeluarkan dari dalam hati, jiwa dan raga sehingga akan timbul penghayatan terhadap makna kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Berjuang untuk bangsa negara tidak hanya dilihat dari sisi materi saja, tapi benar-benar jiwa dan raga untuk sebuah maksud memerdekakan bangsa kita” terangnya.

Ia pun berpesan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk bisa meniru perjuangan yang telah dilakukan pejuang-pejuang selama ini sesuai dengan peran dan kapasitasnya sebagai warga negara.

“Khususnya teman-teman yang menjadi bagian dari Pemerintah Kota Semarang saya berharap perjuangan dari pejuang kita ini bisa menjadi contoh untuk bersama-sama berkinerja baik. Mari bersama-sama melayani masyarakat dengan baik. Insya Allah bersama-sama masyarakat, sesepuh, Muspida dan unsur pengusaha serta semuanya Semarang menjadi lebih baik”, harapnya.

KRMT Wongsonegoro sendiri berperan penting untuk menginisiasi perjuangan antara pemuda Semarang dan Jepang saat itu. Wongsonegoro berhasil melakukan perundingan dengan penjajah Jepang kala itu untuk menghentikan peperangan agar tidak menimbulkan semakin banyak korban.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *