Tanggal 8 Listrik di 94 Kios Bugangan dan Rejosari akan Diputus

SEMARANG (Asatu.id) – Mulai tanggal 8 Oktober aliran listrik 94 di lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih menempati bantaran sungai Banjir Kanal Timur kelurahan Bungangan dan Rejosari akan diputus.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahaan listrik negara (PLN), dimana pada tanggal 8 Oktober mendatang, aliran listrik di lapak PKL area Bugangan dan Mlatiharjo akan diputus.

“Ada tindakan untuk memutus aliran listrik pada tanggal 8 hingga 9, mereka juga sudah berhenti berjuan selama beberapa waktu sehingga dapat langsung menempati kios baru,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, pemutusan aliran listrik tersebut sebagai upaya untuk mempermudah proses pembongkaran, Fajar berharap para PKL dapat segera memindahkan barang-barangnya ke tempat yang telah disediakan, mengingat para pedagang sudah berhenti berjualan di Bantaran Sungai Banjir Kanal Timur tersebut

“Sudah kita sewakan tempat, namun Bungangan dan Rejosari ada 94 kios yang mengulur waktu untuk memindahkan barang mereka,” ujar Fajar.

Menurutnya saat ini PKL di kelurahan Bungangan dan Rejosari yang masih bertahan sekita 94 kios yang belum memindahkan barang-barang mereka. Sementara, Dinas Perdagangan sendiri telah menyiapkan tempat di Penggaron untuk pemindahan lapak PKL bantaran sungan Banjir Kanal Timur, kecamatan Bungangan dan Rejosari.

“Cukup banyak tugas yang perlu diselesaikan Dinas Perdagangan, sehingga pembongkaran ini kita cicil supaya tidak bermasalah di kemudian hari,” pungkasnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *