Proses Pembuatan Batik Rifa’iah Gabungkan Nuansa Spiritual

SEMARANG (Asatu.id) – Salah satu perajin batik Rifa’iah, Mutmainah mengatakan Batik Rifa’iah diproduksi orang-orang penganut Rifa’iah. Salah satu keunggulannya, penggunaan teknik kuno dalam penciptanya.

Hal ini dikatakannya saat gelaran Batang Expo 2018, saat dikunjungi orang nomor satu di Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (2/10).

“Masih menggunakan teknik kuno, motif klasik. Dicanting dua sisi. Masih menggunakan minyak kacang, celup. Itu yang membuat warna batik Rifa’iah kuat. Kami masih punya contoh batik berusia sekitar 50 tahun dan masih bagus,” katanya.

Selain itu, dia juga membenarkan pembacaan salawat yang dilakukan perajin saat membatik. Hal tersebut karena penganut Rifa’iah tidak diperkenankan mendengarkan musik, ataupun radio.

“Karena kami juga masih memegang teguh syariat Islam, maka di batik kami juga tidak ada motif hewan. Yang ada hanya tumbuhan,” katanya.

Untuk proses pembuatan, Mutmainah mengaku membutuhkan waktu sekitar 3 – 6 bulan untuk merampungkan batik pada satu lembar kain.

“Satu batik dibanderol 500 ribu hingga 3 juta,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *