Persoalan Tunggakan BPJS pada Rumah Sakit Dikhawatirkan Pengaruhi Layanan Pasien

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh. Zen ADV mengatakan, persoalan kesehatan butuh perhatian serius dari pemerintan. Kasus tunggakan BPJS kepada sejumlah rumah sakit harus dicarikan solusinya, sehingga tidak membebani rumah sakit yang sudah memberikan pelayanan terhadap pasien pengguna BPJS.

“Jika belum menemukan solusi, maka berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat akan terhambat. Untuk itu, perlu dicari solusi atas masalah tersebut,” kata Muh. Zen saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Parlemen di Hotel Noormans, Semarang, Senin (1/10).

Dalam dialong yang mengangkat tema “Merawat Kesehatan Masyarakat” itu, Muh. Zen juga menuturkan bahwa Komisi E DPRD Jateng tengah menyusun Raperda mengenai kesehatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan.

Diharapkan, dengan munculnya persoalan tunggakan itu, tidak menganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata legislator PKB itu.

Menurut dia, saat ini perlu pemetaan masalah agar persoalan tunggakan segera selesai dan tidak berdampak pada sisi pelayanan kesehatan masyarakat.

“Jika belum menemukan solusi, maka berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat akan terhambat. Untuk itu, perlu dicari solusi atas masalah tersebut,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, universal health coverage (UHC) di 35 kabupaten/kota merupakan target yang belum tercapai. Karena, hal tersebut berkaitan dengan masalah pembiayaan.

“Jika hanya mengandalkan premi dari peserta BPJS, masih cukup menyulitkan karena sampai sekarang baru 17 juta penduduk atau 45 persen di Jateng yang sudah terbayarkan. Angka itu sudah termasuk masyarakat miskin dan tidak ada masalah,” kata Yulianto. (Bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *