Masjid di Tengah Tol Dibongkar. Begini Kondisi Masjid Pengganti yang Hampir Jadi

SEMARANG (Asatu.id) – Masjid Baitul Mustaghfirin di Kampung Beringin, Kecamatan Ngaliyan, yang lokasinya berada di tengah jalan tol Semarang-Batang, sudah dibongkar, Jumat (28/9) lalu.

Kini masyarakat setempat sudah bisa beraktivitas dan beribadah di masjid pengganti yang lokasinya hanya beberapa puluh meter dari masjid sebelumnya. Lokasi masjid baru itu berada di seberang jalan atau ke arah barat daya dari masjid lama. Wilayahnya ikut Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan.

Bangunan masjid pengganti Baitul Mustaghfirin pun lebih besar dari masjid lama yang dibongkar, yaitu 251 meter persegi. Sedang masjid lama luasnya 235 meter persegi. Sementara luas lahan keseluruhan 675 meter persegi.

Di masjid baru juga disediakan ruang untuk mengaji seluas 30 meter persegi. Juga ada ruangan 6 m2 untuk gudang, kemudian ruang takmir, soundsystem, dan ruang remaja masjid.

Untuk tempat wudhu, di masjid yang baru ada lima kamar mandi, serta halaman seluas 300 meter persegi yang sudah dipaving.

Manajer Pengendalian Lahan PT jasa Marga, Hadi Susanto, membenarkan bahwa masjid baru atau masjid pengganti Baitul Mustaghfirin dibangun di atas lahan yang ukurannya lebih luas dibanding lahan masjid yang lama.

Lahan tersebut, kata Hadi Susanto, awalnya milik warga yang kemudian dibebaskan. Pembangunan fisik masjid dilakukan PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek.

“Saat ini, pembangunan masjid pengganti hampir selesai, sudah sekitar 95 persen. Tinggal sedikit lagi untuk penyelesaian, yaitu di bagian menara depan. Secara keseluruhan masjid sudah bisa digunakan untuk kegiatan warga,” tuturnya.

Hadi berharap, kondisi masjid baru membuat warga lebih nyaman dalam menjalankan ibadah. Hadi juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga yang sudah menjalin kerja sama dan mendukung pembangunan jalan tol yang merupakan proyek nasional.(Bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *