Gus Mus: Bencana Donggala, Duka Kita Semua

SEMARANG (Asatu.id) – Ulama sekaligus budayawan kondang, KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus menyatakan, bencana tsunami yang melanda wikayah Donggala, Palu, Sulawesi Tengah adalah duka bersama, duka bangsa kita semua, duka bangsa Indonesia.

Dan duka itu terjadi ketika duka yang lama belum sempat sembuh benar pasca gempa besar di Lombok (NTB). Bencana besar kembali terjadi dan menimpa masyarakatdi Sulawesi Tengah. Bencana ini mengakibatkan ratusan warga meninggal dunia.

“Ini merupakan duka kita semuanya. Orang Indonesia itu satu, ibarat tubuh kalau yang satu sakit lainnya sakit. Kalau sakit gigi semua sakit, kepala, bahkan sampai kaki. Indonesia ya seperti itu,” katanya.

Gus Mus menyampaikan hal itu saat memberi tausyiah pada acara Tumpengan Merah Putih di halaman kantor gubernur, Minggu (30/9) malam. Acara tersebut digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerjasama dengan Pemprov Jateng.

Saat dicegat awak media dan ditanya tentang apa yang mesti dilakukan masyarakat Jawa Tengah, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang itu berharap agar ada dorongan untuk membantu baik moral maupun moril.

“Bantuan dapat dilakukan dengan cara apa saja untuk saudara kita di Palu dan Donggala. Minimal kita mendoakan, kalau bisa melakukan sesuatu untuk empati dan simpati kepada bangsa ini. Kita harus peduli terhadap sesama dan juga selalu mendoakan pemimpin bangsa,” tandasnya.

Sejumlah tokoh agama Jawa Tengah pun nampak hadir dalam acara tersebut bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin.(bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *