Ganjar: Akankah Kita Tetap Ber-Indonesia?

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah berharap dengan membiayai para mahasiswa belajar ke luar negeri melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan memperluas wawasan, mengasah keahlian dan pengalaman para mahasiswa. Pola pikir pun berkembang dengan pendidikan berkualitas yang diperolehnya.

“Apa yang akan kita lakukan mesti betul-betul visioner melihat ke depan. Teman-teman kira-kira apa yang paling dasar yang kita hadapi dengan ilmu yang kita miliki. Akankah kita tetap ber-Indonesia,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat menjadi keynote speaker dalam acara Mata Garuda 1.0 yang beranggotakan alumnus penerima beasiswa LPDP di Unissula, Sabtu (29/9).

Menurut Ganjar, biasanya setelah kuliah di luar negeri, pola pikir seseorang menjadi ikut terpengaruh. Padahal melalui pola pikir ini, bisa menjadi jalan masuknya kekuatan asing.

“Kekuatan asing ini akan menantang Anda semua. Semua yang sudah sekolah dari luar negeri, pemikirannya luar negeri. Ada yang masih pikiran Indonesia? Satu contohnya, semua keranjingan K-Pop. Dari nyanyinya, filmnya, bahasa Korea, dandannya. Maka industri kecantikan, operasi plastik dan kosmetik laris,” urai dia.

Padahal, imbuh orang nomor satu di Jawa Tengah itu, Pancasila yang merupakan pondasi bangsa, justru banyak menuai pujian dari bangsa-bangsa lain. Warga dunia menilai Pancasila bukan hanya visi Indonesia tapi dunia. Sudah seharusnya dasar negara yang merupakan buah pikiran asli Indonesia itu menjadi acuan masyarakat.

“Apakah kita masih ber-Indonesia? Kalau jawabnya iya, mari kita jaga persatuan kesatuan dan berkontribusi untuk bangsa,” ajaknya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *