Provinsi Terbaik Pariwisata, Jateng Semangat Menuju Industri Pariwisata

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, & Pariwisata (Dinporapar) Jateng Urip Sihabudin

SEMARANG (Asatu.id) – Pariwisata Jawa Tengah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan terbaik dengan meraih peringkat gold (emas) pada acara Indonesia’s Attractiveness Award 2018.

Prestasi ini tentu saja melambungkan nama Provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi yang mampu membina dan mengelola pariwisata sebagai ladang penyedot divisa bagi negara.

Indonesia’s Attractiveness Award 2018 ini merupakan agenda tahunan yang digelar Tempo Inti Media bekerja sama dengan Frontier Consulting Group. Pada 2018 ini merupakan gelaran yang keempat kalinya.

Penghargaan yang disematkan kepada Provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi yang mampu mengembangkan sektor pariwisata bukan diraih dengan mudah. Namun, untuk meraih predikat terbaik itu, Pemprov Jateng melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dituntut bekerja keras guna mengembangkan semua potensi yang dimiliki.

Kekayaan alam, seni, dan budaya daerah di Jawa Tengah terus dikemas dan dikembangkan menjadi aset pariwisata berskala nasional, bahkan internasional.  Pengembangkan pariwisata menuju industri pariwisata  ini memang menjadi bidikan Pemprov Jateng, mengingat sektor pariwisata kini menjadi primadona bagi penyumbang devisa, baik tingkat nasional maupun regional. Kontribusi sektor pariwisata bagi pendapatan negara ini, bahkan melampaui penerimaan sektor lainnya, seperti gas dan minyak bumi.

Torehan  prestasi tersebut itu saja menjadi pemacu semangat Disporapar Jateng untuk mengembangkan sektor pariwisata di wilayahnya. Apalagi, Jawa Tengah memiliki puluhan objek wisata andalan yang perlu dipoles sedemikian rupa agar menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam mengembangkan destinasi pariwisata unggulan menuju industri pariwisata, Disporapar Jawa Tengah menerapkan empat aspek utama (4A), attraction, accessibility, amenity dan ancilliary.

Attraction atau atraksi merupakan produk utama sebuah destinasi, berupa keindahan dan keunikan alam, budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, serta atraksi buatan seperti sarana permainan dan hiburan.

Ketersediaan sarana dan infrastruktur menuju lokasi destinasi accessibility atau aksesibilitas juga sudah disediakan Pemprov Jateng, maupun pengelola destinasi. Dengan  adanya aksesibilitas yang baik ini, objek wisata dapat diperkenalkan dan dijual kepada para wisatawan.

Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2018

Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan, Disporapar juga membangun fasilitas pendukung di lokasi destinasi, seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, posko kesehatan dan keamanan.

Ketersediaan amenitas berkaitan dengan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum juga telah dipenuhi pengelola destinasi wisata. Dengan penyediaan sarana ini dipastikan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Untuk menggeliatkan sektor pariwisata Jawa Tengah agar semakin digandrungi wisatawan dibutuhkan komitmen bersama, baik pemerintah (gubernur, walikota/bupati), pengelola pariwisata dan masyarakat sekitar destinasi demi  melestarikan dan mengembangkan potensi tersebut.

Pada awal 2018, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan program ’Jateng Wow’. Peluncuran program itu dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada awal tahun 2018 (low session).

Berbagai kegiatan terkait Jateng Wow pun digelar di berbagai destinasi unggulan di Jawa Tengah. Puncak dari kegiatan tersebut dilakukan di event Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2018 yang digelar di kompleks Candi Borobudur.

Pagelaran yang diramaikan ratusan seniman dan 10 ribu wisatawan itu terbukti mampu mengangkat Candi Borobudur sebagai destinasi unggulan Jawa Tengah, bahkan Indonesia, kepada dunia internasional.

Selain Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2018, menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, & Pariwisata (Dinporapar) Jateng Urip Sihabudin, berbagai festival bertaraf nasional yang menjadi agenda tahunan untuk memperkenalkan pesona objek wisata Jawa Tengah kini terus diinstensifkan. Festival yang diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan maupun pendapatan daerah, di antaranya Festival Kota Lama dan Festival Karimunjawa.

“Festival itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan,” ujar Urip Sihabudin.

Data Dinporapar Jateng menyebutkan, dari angka 20 juta wisatawan secara nasional pada 2017, Provinsi Jateng menyumbang 1,2 juta wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa, Candi Borobudur, dan Dataran Tinggi Dieng.

Gebrakan Disporapar Jateng dengan menggiatkan serangkaian event-event pariwisata, baik skala internasional maupun skala nasional itu, terbukti efekfif merealisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah. Bahkan, pertumbuhan atau kenaikan target wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (Wisman) cukup signifikan.

Dalam rentang lima tahun, mulai 2013-2017, menurut Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Jawa Tengah Alamsyah, realisasasi target kunjungan wisnus maupun wisman selalu terlampaui. Bahkan, pertumbuhannya dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang menggembirakan.

“Kami bersyukur target RPJMD yang dibebankan Disporapar selalu terlampaui. Dengan pertumbuhan wisata Jateng sebanyak 30 persen di tahun 2017, kami optimistis target kunjungan wisman 2018 sebanyak 34.824.055 pengunjung dan target kunjungan wisman 2018 sebanyak 435.000 pengunjung bisa terlampau,” kata Alamsyah.

Festival Karimunjawa

Di Provinsi Jawa Tengah ini sendiri, terdapat berbagai destinasi tempat wisata yang menarik dan mengedukasi, dari mulai tempat wisata alam, wisata edukasi, wisata sejarah, wisata kuliner, dan wisata bahari.

Dengan penobatan  sebagai provinsi terbaik di sektor pariwisata, kini Provinsi Jateng dipastikan akan menjadi salah satu pilihan destinasi wisata menarik oleh para wisatawan domestik maupun asing. Apalagi, Jawa Tengah memiliki banyak tempat yang indah dan memesona yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Di sisi lain, Provinsi Jateng Tengah sebelumnya telah ditetapkan Pemerintahan Joko Widodo sebagai salah satu dari 10 destinasi nasional yang layak untuk dinikmati dan disinggahi para pelancong.

Sedikitnya ada sembilan destinasi unggulan Jawa Tengah yang wajib dikunjung para wisatawan apabila berkunjung di provinsi ini. Kesembilan objek wisata unggulan itu, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, Dataran Tinggi Dieng, Museum Sejarah Sangiran, Taman Nasional Karimun Jawa, Objek wisata Guci, Objek Wisata Baturraden, Candi Gedong Songo dan Museum Kerapa Api Ambarawa.

Jawa Tengah dengan pesona objek wisatanya memang menggelitik para wisatawan untuk menyinggahi atau pun sekadar berkunjung demi mendapatkan sensasi bathin dengan menikmati pemadangan alam yang menawan.

Kesejukan dan keindahan fanorama alam yang ditebarkan objek wisata objek wisata Jawa Tengah dipastikan akan menjadi sensasi tersendiri bagi Anda maupun keluarga untuk menikmati setiap musim liburan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *