Kunjungi Curug Sigandulan, Ganjar Bonceng Motor Lewati Tebing Curam

MAGELANG (Asatu.id) – Untuk menuju Curug Sigandulan di Kabupaten Magelang, bukan hal yang mudah. Medannya cukup berat. Butuh tenaga dan kepiawaian tersendiri, di samping adrenalin yang kuat.

Tapi bagi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, medan berat justru bisa dijadikan tantangan. Pemimpin memang tidak harus selalu duduk di kursi empuk dalam ruangan berhawa dingin.

Dan orang nomor satu di Jateng itu membuktikannya. Ia mengunjungi lokasi Curug Sigandulan, sebuah lokasi air terjun yang masih jarang dikunjungi orang. Ganjar datang dalam rangka mendeklarasikan gerakan merawat air, Kamis (27/9).

Setelah turun dari mobil H 1, Ganjar langsung bertanya pada warga yang tengah menyambut di Dusun Gadingan, Desa Sukorejo, Kecamatan Kajoran.

“Di mana lokasinya?,” kata Ganjar.

Belum juga pertanyaan terjawab, salah seorang warga menyalakan sepeda motor.

“Acaranya di sana, pak. Monggo tak antar.”

Dengan raut penasaran, Ganjar langsung nangkring di atas sepeda motor dan diikuti puluhan warga Gadingan, Sukorejo. Ternyata tidak terlalu jauh, hanya sekitar 2 kilometer. Namun kondisi medan yang terjal cukup memacu adrenalin. Di atas sepeda motor, Ganjar menyusuri jalan setapak yang berdebu di samping jurang.

Turun dari kendaraan, Ganjar ternyata masih harus jalan kaki menuruni bukit yang curam sekitar 30 menit. Namun karena hobi berolahraga, Ganjar tak tampak lesu dan masih terlihat segar ketika sampai di bawah Curug Sigandulan.

Melihat jernihnya air terjun, ketua pecinta alam semasa mahasiswa tersebut langsung menelungkupkan tangan di bawah pancuran kemudian meneguk air dan membasuh wajahnya.

“Sebuah kemewahan yang luar biasa, bisa raup dan minum air di sini. Kita tidak akan menemukan seperti ini di kota,” katanya.

Karena kemewahan tersebut, Ganjar mendorong terus upaya siapapun untuk menjaga ketersediaan dan kejernihan air di manapun. Dia pun mengaku telah menyusun RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang berkaitan dengan pemeliharaan air.

“Maka politik air harus kita lakukan. Gerakan ini harus kita tularkan pada yang lain. Kita bekerja bersama untuk merawat alam beserta airnya,” katanya.

Gerakan yang dicanangkan Ganjar tersebut terangkai dalam acara Merti Kali Tahun, salah satu sempalan Sungai Progo. Curug Sigandulan sendiri saat ini telah memberi manfaat pada masyarakat di Kabupaten Magelang.

Di depan Ganjar, Ketua Komunitas Kali Tangsi Lestari, Heri mengatakan, jika ada sungai maka harus mengalir airnya. Karena itu merupakan pertanda dari kepedulian manusia menjaga alam, terhadap air khususnya.

“Kali kudu mili. Merti kali bareng gubernur, banyune Mili rakyate makmur,” katanya.

Dia menjelaskan, Curug Sigandulan saat ini pengelolaan airnya dilakukan PDAM dan koperasi masyarakat. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *