Batas Akhir Pembongkaran PKL Mlatiharjo 5 Oktober, Boyongan ke Penggaron 8 Oktober

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang, memberikan batas akhir pembongkaran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) Mlatiharjo, di Jalan Barito, hingga 5 Oktober 2018 mendatang.

Setelah itu para PKL bisa melanjutkan boyongan atau pindahan ke Pasar Barito Baru di Penggaron pada 8 Oktober.

“Soal pembongkaran sisa kios bisa dilakukan secara swadaya maupun dengan bantuan dinas. Kami siap membantu,” tandas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Menurut Fajar, jumlah kios PKL di Mlatiharjo tercatat sebanyak 132 bangunan yang dimiliki oleh 80 orang. Dari jumlah itu tercatat ada PKL yang memiliki kios lebih dari satu.

Terkait soal proses pembongkaran, akan diutamakan bagi kios-kios yang telah ditinggalkan atau dalam keadaan kosong.

’’Ada sebagian pedagang yang membongkar secara swadaya, dan meminta bantuan alat berat. Kami lakukan secara bertahap hingga batas akhir nanti. Nantinya, pembongkaran diutamakan bagi kios-kios yang telah ditinggalkan atau dalam keadaan kosong,’’ kata Fajar.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Makmur Mandiri, Mlatiharjo, Akhmad Khadirin menyatakan, PKL Mlatiharjo telah menyatakan kesediaannya direlokasi.

Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan surat pernyataan kesediaan direlokasi oleh PKL, melalui paguyuban pedagang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *