Pemda Diminta Terus Komitmen Siapkan Air dan Pangan

SURAKARTA (Asatu.id) – Pembangunan di berbagai sektor di Jateng ke depan, masih menjadi tantangan dan permasalahan tidak ringan. Terutama peningkatan kualitas sumberdaya manusia, pemenuhan kekebutuhan air, penanganan sampah, serta persoalan lingkungan hidup.

Hal itu terungkap pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2018-2023, di Hotel Alana Karanganyar, Jumat (21/9).

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sri Puryono, bupati/wali kota, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, komunitas difabel, serta elemen masyarakat lainnya.

Hadir pula sebagai narasumber Direktur Sinkronisasi UPD 1 Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Nyoto Suwignyo dan Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Kepala Bappenas, Rudi S Prawiradinata.

Sekda Jateng, Sri Puryono mengatakan, selain menanggulangi kemiskinan dan pengangguran, Jawa Tengah ke depan akan lebih memperhatikan persediaan air. Selain itu penanganan dan pengelolaan sampah terbatas, serta penanganan persoalan lingkungan lainnya guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar kabupaten dan kota di Jateng mengalami kekeringan saat musim kemarau. Bahkan tidak sedikit daerah yang saat tidak sedang kemarau juga mengalami kekurangan air bersih.

Karenanya kebijakan pemerintah membuat seribu embung sejak lima tahun lalu akan ditingkatkan, sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke laut tapi ditampung.

“Kita (Jateng) krisis air, darurat sampah dan lingkungan hidup. Masyarakat belum bisa memanfaatkan air permukaan, maka jangan sampai masyarakat Jawa Tengah kekurangan air. Sehingga program 1.000 embung tahun depan terus ditingkatkan, rehabilitasi lahan krisis, vegetatif diperbaiki, serta upaya perbaikan embung,” tutur Sekda usai rapat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *