Kadin Kota Semarang Beri Bantuan Ponpes Nurun Najih

SEMARANG (Asatu.id) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang melaluicorporate social responsibility(CSR)-nyamemberikan tali asih kepada Pondok Pesantren Nurun Najih yang tertimpa musibah kebakaran, baru-baru ini.

Bantuan dari organisasi yang mewadahi pengusaha Ibukota Jateng ini merupakan wujud dari kepedulian kepada masyarakat, khususnya bidang pendidikan.

Seperti diketahui, Ponpes Nurun Najihpondok pesantren yang berada di Dukuh Kauman RT 05 RW 03, Mangkang Wetan, Kota Semarang belum lama ini dilalap si jago merah. Akibat peristiwa kebakaran tersebut, proses belajar mengajar menjadi terhambat.

Untuk meringankan beban yang disandang Ponpes Nurun Najih, CSR Kadin Kota Semarang di bawah pimpinan Yanti Yulianti melakukan penggalangan dana dan barang-barang yang dibutuhkan pondok pesantren tersebut.

“Kami sangat peduli terhadap pendidikan, khususnya pesantren. Berkat kepedulian dan bantuan temen-temen pengurus Kadin dan beberapa mitra Kadin, kita bisa memberikan tali asih berupa Alquran dan sejumlah dana,” ujar Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara yang di sampaikan melalui Wakil Ketua Mahar Soedjana, di Semarang, Jumat (21/9).

Mahar mengakui tali asih yang diberikan ini masih jauh dari cukup. Kendati demikian, pihaknya berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan dapat meringankan pondok pesantren, sehingga proses belajar mengajar yang sempat tersendat bisa berjalan normal kembali.

Dia mengajak, perusahaan-perusahaan di Kota Semarang melalui CSR-nya bisa ikut membantu Pondok Pesantren Nurun Najih, sehingga proses pemulihan kegiatan belajar mengajar dapat cepat teratasi.

“Ponpes Nurun Najih membutuhkan uluran bantuan rekan-rekan pengusaha dan masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan dunia pendidikan,” ujarnya.

Dari pengamatan Mahar, beberapa sarana dan prasarana  penunjang yang berkaitan dengan pendidikan di Ponpes Nurun Najih  mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.

“Mari kita bantu pesantren ini. Kita perbaikan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak secara bersama-sama. Dengan kebersamaan dan kepedulian kita semua,  niscaya pendidikan di ponpes  akan lebih baik di masa-masa mendatang,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *