Gubernur Ingin Anggota Pramuka Jadi “Agen Kebaikan”

SLAWI (Asatu.id) – Upacara Peringatan Hari Pramuka tahun 2018 tingkat Jawa Tengah, dipusatkan di Bumi Perkemahan Martoloyo, Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (21/9). Gubernur Ganjar Pranowo bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya, gubernur menegaskan, pada era digital ini, Pramuka tidak hanya dituntut untuk mengamalkan Dasa Dharma di kehidupan sehari-hari, namun juga menjadi “agen kebaikan” yang aktif menyampaikan pesan-pesan positif melalui media sosial.

Sosok pramuka yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, kata Ganjar,  tentu tidak akan menyebarluaskan berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat.

“Kalau kita menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara, kita tidak akan saling menyakiti atau membuat fitnah-fitnah. Ketika pikiran, perkataan, dan perbuatan jadi satu sikap, maka tidak akan ada hoaks dan saling membenci,” tutur Ganjar.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menegaskan, era digital seperti saat ini harus diisi dengan prestasi. Pramuka sebagai generasi muda yang sehari-hari bergelut dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hendaknya menularkan keterampilannya itu kepada masyarakat yang tinggal di sekelilingnya.

Ditambahkan, Pramuka adalah generasi muda luar biasa yang terus bergelut dengan teknologi informasi dan komunikasi. Mereka akan membuat Saka milenial.

“Mereka akan membangun sistem informasi dan di situ akan melatih siapapun yang tertarik untuk menggunakan teknologi informasi. Mudah-mudahan Kwarnas, Kwarda, Kwarcab bisa mengakomodasi itu dan ini menjadi yang pertama di Indonesia, inisiatif anak-anak Jawa Tengah,” ujar gubernur.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *