Ganjar Pranowo: Kawasan Kota Lama Harus Ditiupkan Roh

SEMARANG (Asatu.id) – Pembukaan helatan kali ke tujuh Festival Kota Lama mulai digelar di Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (21/9) malam.

Meskipun masih berlangsung proyek pembangunan infrastruktur di Kawasan Kota Lama, namun tak menyurutkan niat dan antusiasme para pengunjung untuk datang di festival  yang kali ini bertajuk “Beda Masa Satu Rasa” tersebut.

Acara ini dimeriahkan dengan Jaran Kepang Kab. Semarang, Tari Nginang, Tari Mbarang, dan artis ibu kota Nial Djuliarso.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan daya tarik Kawasan Kota Lama bukan hanya dari bentuk bangunannya saja, namun juga dari manusianya. Kawasan Kota Lama ini harus ditiupkan roh agar lebih hidup, yakni sebuah rasa agar lebih hidup lagi melalui keanekaragaman seni dan budayanya.

“Untuk itu, saya tidak mau festival ini hanya setahun sekali. Saya mau tiap minggu diadakan, apapun idenya ekspresikan di area ini setiap minggu. Malam ini saya buka festival ini untuk anda semua dan  jangan lupa bahagia,” tutupnya.

Ketua Panitia Festival Kota Lama 2018 Didik Hardiana Prasetyo mengatakan dulu Kota Lama merupakan daerah potensial yang sangat prestisius. Kali ini Festival Kota Lama sudah digelar ke tujuh kali dan sudah tercatat di UNESCO.

“Kawasan ini harus dipertahankan karena ini merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Akan tetapi dengan semangat dan ketulusan teman-teman yang ikut terlibat akhirnya Festival Kota Lama bisa terlaksana hingga ke tujuh kali. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak dan semua pendukung acara yang terlibat,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *