Kunjungi Semarang, Watimpres Diskusi Soal Toleransi

Diterima oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu, Nuruzzaman dari tim kajian watimpres mengungapkan kajian ini diperlukan mengingat muculnya pandangan-pandangan radikal dan intoleran di tengah masyarakat yang kian masif akhir-akhir ini.
“Jadi kami mengadakan penelitian serta diskusi dengan pemerintah kota Semarang tentang celah muculnya intoleransi dan radikalisme di masyarakat,” ujar Nuruzzaman.
Kota Semarang sendiri, menurutnya secara umum relatif bagus dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Hal ini, dikatakan Nuruzzaman merupakan campur tangan pemkot yang serius dalam memelihara keragaman masyarakatnya.
“Pemerintah Kota Semarang punya komitmen dalam menjaga kota Semarang tetap kondusif apalagi menjelang pemilihan presiden ini,” imbuhnya.
Pemilihan presiden yang akan dilangsungkan tahun 2019 mendatang dapat menjadi ladang subur tumbuhnya isu-isu politik berkedok agama yang dapat menyulut konflik antar masyarakat.
Dalam hal ini Semarang dapat menjadi contoh dengan dukungan pemerintah terhadap komunitas dan kelompok-kelompok yang mengusng toleransi beragama antar masyarakat.
“Contohnya diskusi FKUB yang dissuport pemerintah, hal seperti ini dapat meminimalisir penggunaan isu-isu agama dalam kepentingan politik,” terang Nuruzzaman.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *