Wakil Ketua DPRD: Program Parkir Berlangganan Perlu Persiapan

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan opsi parkir berlangganan Pemerintah Kota Semarang yang digodok melalui rapat gabungan perlu dipersiapkan dengan matang.

“Meski sudah mendapat rekomendasi beberapa ahli dan memiliki beberapa contoh di kota di Jawa Timur, opsi parkir berlangganan tetap perlu dipersiapkan secara matang,” kata Agung Budi Margono, di Semarang, Rabu (19/9).

Menurut Agung, ada beberapa poin yang perlu dipersiapkan, salah satunya soal ketentuan hukum. “Perlu ada peraturan yang menaungi atau MoU pemerintah kota dengan instansi terkait,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Agung, kebijakan parkir berbayar  perlu disosialisasikan secara gencar kepada masyarakat. Sejauh ini, sosialisasi hanya dilakukan di beberapa daerah, meskipun parkir berbayar ini akan diterapkan di seluruh Kota Semarang.

“Soal parkir berbayar memang masih perlu sosialisasi yang lebih gencar,” ujar Agung.

Parkir berbayar yang direncanakan mulai pada awal Oktober ini, menurut Agung, perlu digodok lebih lanjut. Pemkot perlu belajar dari daerah-daerah lain yang telah mengadaptasi parkir berbayar bagi para warganya.

Agung mengaku khawatir jika berbayar nanti  diterapkan, punggutan liar (pungli) seputar perparkiran masih terjadi dalam praktek sehari-hari.

“Selain itu perlu juga perlu mebenahan dan persiapan sarana dan prasarana, termasuk petugas parkir. Harus diantisipasi sejak dini agar berjalan sesuai harapan,” pungkas Agung. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *