‘Tak Bersyarat’, Refleksi Konsistensi Kayla di Industri Musik

SEMARANG (Asatu.id) – Kayla Diaz dengan segala tekad dan konsistensinya di dunia musik, mencoba hadir dan mengaduk-aduk perasaan para penikmat musik tanah air dengan lagu-lagu melankolisnya. Talenta bermusik, plus attitude dalam bernyanyi yang baik, membuat sebagian orang terbuai. Terlebih ketika awam mulai tahu bahwa umurnya baru menginjak 16 Tahun.

Jenjang karir yang bisa dibilang panjang ini, tak ayal mampu menggiring persepsi beberapa orang akan prestasi gemilang yang nantinya bisa diraih Kayla sapaan akrabnya ini dikemudian hari.

Inilah yang coba di refleksikan dalam single baru kedua bertajuk, “Tak Bersyarat”. Hampir senada dengan single sebelumnya yang berjudul “Bila”. Pemilihan Pop sebagai menu utama adalah hal yang cukup berani, ditengah maraknya materi Pop di Indonesia. Namun, Kayla punya cara tersendiri bagaimana menghidangkan menu seragam menjadi maincourse yang asik untuk dinikmati.

Lirik yang jauh dari kesan metaforis dan arransement musik yang sederhana tapi menusuk, membuat siapapun akan nyaman untuk kembali mengulang lagu ini dari playlist masing-masing.

“Dari segi lirik sih intinya lagu ini bercerita tentang seseorang yang susah move on,” kata Kayla.

Pada single ini, tentunya Kayla tidak bekerja sendirian. Tangan dingin Irfan Iyong seorang song-writer sekaligus arranger lagu, sangat membantu dalam melakukan arransment musik. Kemudian hadirnya Andre Dinuth, seorang gitaris handal di Jakarta yang juga bekerja untuk Glenn Fredly, dipercaya untuk mengisi part gitar dari lagu ini. Kepekaan kuping Rio Ndul, sebagai engineer Cabbyland Studio (studio musik langganan musisi besar Jakarta seperti Rio Febrian), serta Bowo sebagai vocal director Kayla saat recording pun juga cukup memberi warna baru di materi lagu “Tak Bersyarat”.

Untuk masteringnya, kali ini Kayla coba mempercayakan singlenya pada Sage Audio, sebuah label rekaman di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat dengan si tangan dingin Steve Corrao serta Eko Sulistiyo untuk mixing-nya.

Hampir setiap musisi atau penyanyi pasti menikmati proses pengerjaan lagu atau materi-materinya. Meskipun melelahkan, kadang tak ayal dari proses panjang proses pembuat lagu ada satu moment bahkan part yang di favoritkan beberapa musisi dan penyanyi. Pun dengan Kayla, gadis 16 tahun ini mengaku sangat senang ketika ada di bagian proses rekaman. Baginya, proses rekaman adalah medium dalam meningkatkan musikalitas seorang Kayla itu sendiri.

“Personaly aku paling suka bagian recording. Karena aku bisa develop music skills. Musikalitasku bisa bertambah dengan ketemu orang-orang hebat di industri musik tanah air,” kata Kayla.

Jika sebelumnya, Kayla harus mengkonsumsi cokelat pada saat sesi rekaman di single pertama, kali ini berubah. Moment yang cukup menarik ketika rekaman adalah, kebiasaannya mematikan lampu studio untuk mendapatkan feel yang bagus saat bernyanyi.

“Iya aku emang lebih suka gelap gini kalau lagi recording. Soalnya lebih bisa menghayati sebuah lagu. Jadi mau nggak mau harus matiin lampu studio biar lebih tenang,” paparnya.

Pun kini “Tak Bersyarat” sudah bisa dinikmati secara masal di platform pemutar music online seperti, iTunes, Spotify, Google Play, Napster, Tidal, Shazam, Yandex, dan Pandora. Bersamaan dengan perilisan single keduanya, Kayla juga mempersembahkan sebuah video clip garapan rumah produksi ‘Memo’ yang juga sudah bisa dinikmati di youtube channel “MUSIK KAYLA”. So, selamat menikmati sebuah persembahan dedikasi dan konsistensi bermusik seorang gadis 16 Tahun, Kayla, dalam lantunan ayat-ayat “Tak Bersyarat”.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kayla bisa cek akun instagramnya @musikkayla atau email kayla.management6@gmail.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *