26 Ribu Warga Jateng Belum Rekam Data E-KTP

SEMARANG (Asatu.id) – Sekitar 26 ribu dari 27 jutaan warga Jawa Tengah yang wajib memiliki E-KTP, ternyata belum melakukan rekam data. Jika dipersentasekan, maka sampai pertengahan September ini perekaman data E-KTP di Jawa Tengah mencapai sekitar 98%.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Permasdes Dukcapil) Jateng, Sudaryanto, pihaknya akan terus mendorong Dinas Dukcapil kabupaten/kota yang bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan kades/lurah untuk terus melakukan sosialisasi dan upaya perekaman data kepada masyarakat.

Dikatakan Sudaryanto, persentase masyarakat yang menjalani perekaman E-KTP, setial hari jumlahnya meningkat. Misalnya pada Maret 2018 lalu masih ada 445 ribu penduduk wajib ber-E-KTP yang belum merekam data. Namun jumlah itu terus menurun menjadi 142 ribu, 47 ribu, 44 ribu dan kini sekitar 26 ribuan.

“Ini hasil kerja dinas di kabupaten/ kota. Upaya yang dilakukan di antaranya sosialisasi di tingkat RT/RW dan kelurahan dan jemput bola, sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan perekaman,” kata Sudaryanto.

Terkait belum tercapainya target 100 persen warga yang melakukan perekaman data, Sudaryanto mengakui memang ada beberapa kendala di lapangan.

Kendala itu di antaranya ada masyarakat yang bekerja di luar negeri dalam jangka waktu lama, misalnya menjadi TKI. Ada juga yang sekolah di luar negeri atau luar daerah. Ada juga yang menganggap enteng dan bahkan enggan menjalani rekam data.

”Bahkan ada yang memang tidak mau. Kami tidak tahu alasannya apa. Tapi pada akhirnya mereka merekam data sewaktu butuh E-KTP untuk membuat kartu BPJS. Itu diketahui dari kades. Karena itu, sosialisasi sangat penting,” ujarnya.

Sudaryanto menambahkan, perekaman juga menyasar remaja yang pada saat coblosan Pilpres 2019 berusia 17 tahun. Karena itu Dinas Dukcapil juga bergerak ke sekolah-sekolah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *