Cetak Mahasiswa Menjadi Technopreneur Handal, FTIK USM Gandeng Perusahaan Teknologi Berbasis Open Source

SEMARANG (Asatu.id) –  FTIK  Universitas Semarang (USM) menjalin kerjasama dengan PT. EQUNIX Business Solutions, perusahaan yang bergerak dalam bidang Bisnis Teknologi Berbasis Open Source.

Kerjasama tersebut diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, bertempat di Aula Gedung V Universitas Semarang, Kamis (13/9).

Hadir dalam penandatangan MoU tersebut, Tutur Susanto, M.Kom selaku Dekan FTIK USM, dan juga CEO PT. EQUNIX Business Solutions Julyanto Sutandang, ST.

MoU ini bertujuan untuk membangun kerjasama di bidang pembelajaran serta pengembangan bisnis Open Source antara akademisi (mahasiswa dan dosen) dan perusahaan pelaku bisnis yang terjun langsung di dunia teknologi tersebut.

“Sekarang ini Open Source berkembang pesat bahkan mengalahkan bisnis teknologi Close Source yang sudah ada dan besar seperti Microsoft dengan Windows-nya dan Oracle dengan produk database-nya, maka dari itu kami merasa perlu mengadakan kerjasama dengan EQUNIX untuk mendukung pembelajaran Open Source di FTIK USM”,” kata Tutur Susanto, M.Kom selaku Dekan FTIK USM.

Lebih lanjut, Susanto  menambahkan bahwa, pihaknya bersyukur dapat bekerjasama dengan EQUNIX. Hal ini mengingat pengalaman EQUNIX dalam bisnis teknologi Open Source yang sudah sangat terpercaya dengan klien-klien besar seperti Bank Mandiri, Bank Danamon, Transmart Carrefour, Exxon Mobil.

Selain penandatanganan MoU, di hari yang sama juga dilaksanakan Kuliah Umum dengan mengambil tema “Sosialisasi Implementasi Open Source dalam Dunia Perbankan dan Bisnis” dengan pembicara Julyanto Sutandang, ST. CEO PT. EQUNIX Business Solutions.

Dalam kegiatan ini Julyanto memberikan pemaparan tentang PostgreSQL yang merupakan teknologi database Open Source yang sangat fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perbankan yang membutuhkan media penyimpanan yang sangat besar.

“Banyak sekali industri dan perbankan yang sudah bermigrasi ke PostgreSQL untuk database karena selain fiturnya yang fleksibel dan bersifat Open Source sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan, PostgreSQL tentunya lebih hemat pembiayaan operasional. Tetapi itu bukan poin utama karena yang lebih penting dari penggunaan PostgreSQL adalah keamanan terhadap data yang disimpan dan tentu saja keuntungan yang didapatkan dari bisnis Open Source,” ungkapnya.

Tercatat hingga tahun 2017 lanjut nya, transaksi untuk investasi teknologi Open Source di Indonesia sendiri sudah mencapai Rp. 5-10 Triliun/ Tahun. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *