Juliari Dorong Kaum Perempuan Aktif Bangun Perekonomian

Anggota Komisi VI DPR RI Juliari P Batubara seusai mengunjungi Kampung Hasta Karya di Kecamatan Banyumanik, Semarang.

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi VI DPR RI Juliari P Batubara mengatakan, Negara akan lebih maju dan sejahtera jika kaum perempuan dapat berperan aktif di dalam pembangunan ekonomi.

“Kebanyakan hanya disibukkan dengan mengurus rumah dan mengasuh anak, tapi apa salahnya jika ada waktu luang bisa dimanfaatkan untuk memulai sebuah usaha, baik bisa berkelompok dengan ibu-ibu yang lain atau secara mandiri,” katanya, di sela-sela kunjungan kerjanya, di Kampung Hasta Karya, Kecamatan Banyumanik, Jumat (14/9).

Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, dan Kelompok Industri Rumah Tangga Kampung Hasta Karya.

‎Ari sapaan akrab Juliari P Batubara mengungkapkan, sejauh ini perkembangan industri rumah tangga yang ada di Kota Semarang sangat baik. Namun demikian dari Pemerintah Kota, yakni Dinas Perindustrian harus terus memberi penyuluhan, baik dalam hal manajemen, promosi, atau mungkin dalam hal perizinan.

‎”Saya kira sudah sangat bagus kegiatan industri ekonomi rumah tangga, saat ini sudah dalam jalur yang benar, tinggal lebih di tingkatkan,” katanya.

Apalagi, lanjut Politisi PDI Perjuangan itu, saat ini Pemerintah sudah menurunkan besaran taris Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun menjadi 0,5 persen. Hal ini sangat membantu para pelaku usaha untuk terus dapat mengembangkan usaha yang digeluti.

‎”Apalagi pajak saat ini sudah dikurangi menjadi 0,5 persen dan ini sangat membantu,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan kendala, seperti kekurangan baik dalam hal perlengkapan usaha maupun dalam hal permodalan, saat ini Kementrian Perindustrian terus melakukan berbagai upaya seperti pengadaan bantuan peralatan untuk IKM yang tengah berkembang.

“Kendala masih seputar di peralatan. Kan dari kementrian perindustrian kan sudah ada bantuan peralatan, Kementrian Koperasi UMKM juga ada pelatihan-pelatihan. Saya kira ini cukup untuk mendukung industri rumahan,”‎ imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *