Wayang Gaga Babarkan Serat Wulangreh Pada Malam Satu Suro

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rangka peringati malam satu suro, Wayang Gaga menggelar pentas acara dalam kegiatan bertajuk “Suro Wiwitan Adus Sendang 2018” di Komplek Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Senin (10/9) malam.

Sebagai masyarakat Republik Indonesia perlu mengemban semangat kehidupan berbangsa. Hal itulah yang disampaikan oleh Wayang Gaga saat mengadakan pementasan.

Dalam pentasnya, dua personel Wayang Gaga, Teguh A Romadhani, dan Suryanto membuat wayang dari alang-alang dan menyanyikan tambang Macapat Mijil.

Teguh, nampak khusyuk menganyam helai demi helai alang-alang hingga menjadi sosok wayang. Sementara itu, Suryanto mengiringi dengan membabarkan Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV.

“Wulangreh ini merupakan karya sastra yang menarik. Di dalamnya berisi ajaran tentang berserah dan bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, juga mengandung ajaran tentang pendidikan karakter yang terkait dengan pengabdian pada negara,”katanya.

Suryanto menilai, pada kondisi saat ini, masyarakat Indonesia perlu menengok kembali ajaran-ajaran leluhur. Menurutnya, ajaran leluhur sangat kuat menanamkan nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme.

“Itu alasan kami coba sajikan itu kepada penonton. Kami ingin pesan dari leluhur bisa disampaikan lagi. Syukur-syukur dimengerti, dipahami, dan dilakukan,”tegasnya.

Sementara itu, Teguh mengatakan proses pembuatan wayang yang dia lakukan bermakna pembentukan karakter manusia. Cuma, lanjut dia, digambarkan dengan wayang alang-alang.

“Bahwa proses pembentukan karakter manusia juga terkandung dalam Serat Wulangreh,”tuturnya.

Selain Wayang Gaga, dalam acara tersebut juga diramaikan oleh banyak sajian dari Asristya Kuver dan Andy Sueb, Tahta Manggala, Gunawan Efendi, Alfiyanto, sanggar Teater Kampus di Semarang, dan banyak seniman yang tergabung dalam Guyub TBRS. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *