Tuti N Roosdiono: Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Bagi Generasi Muda

SEMARANG (Asatu.id) – Sosialisasi 4 pilar adalah suatu kewajiban yang harus terus menerus dilakukan, jangan sampai ditinggalkan apalagi dilupakan tak terkecuali oleh generasi muda.

Hal itu diungkapkan anggota MPR RI Tuti N Roosdiono dalam kegiatan “Sosialisasi 4 Pilar” digelar di Gedung Pertemuan Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik Semarang, minggu (9/9).

Menurut Tuti yang juga seorang politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, saat ini nilai-nilai kebangsaan semakin luntur di tengah arus modernisasi dan budaya dari luar.

“Sangat penting untuk kembali menanamkan nilai-nilai kebangsaan itu di kalangan masyarakat terutama oleh anak-anak muda,” katanya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dari empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan dalam laku hidup sehari-hari. Terutama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Masyarakat terutama generasi muda juga harus tahu, bagaimana negara ini dibangun oleh para pendahulu kita. Negara ini ada karena semangat persatuan dan kegotong royongan dalam keberagaman, sejarah juga sudah membuktikan, bangsa ini lolos dari berbagai cobaan dan rintangan karena bersatu,” ungkapnya.

Dia bercerita 4 pilar tersebut adalah bagian dari kesepakatan luhur dari para pendiri bangsa yang didiskusikan hingga akhirnya diproklamirkan oleh Soekarno (Bung Karno) kala itu.

Jadi bukan hanya Bung Karno tapi itu hasil dari para tokoh yang beragam etnis, budaya, ras, ataupun adatnya.

“Karena itu, mari bersama-sama terutama di lingkungan masyarakat ini untuk tetap saling menjaga kerukunan, saling menghormati dan hal-hal positif lainnya dalam keberagaman di bangsa ini. Berbeda-beda tetapi satu,” tegasnya.

Adapun 4 pilar itu adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tungga Ika. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *