Ganjar Pranowo Minta ’Dijewer’ Jika Kepemimpinannya Menyimpang

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk bersama-sama kembali membangun Jawa Tengah.

Hal ini dikatakannya saat mengisi sambutan gelaran Tasyakuran warga Jawa Tengah dalam rangka menyambut terpilihnya Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Raj Yasin periode 2018-2023 telah digelar di halaman Gubernuran Jawa Tengah, Jumat (7/9).

Bahkan dirinya minta “dijewer” jika ternyata dalam masa kepemimpinannya selama lima tahun ke depan ada yang menyimpang.

“Kami minta doa minta dukungan kalau kami berdua keliru jewer. Lima tahun kami bersama pak Heru membangun sistem komunikasi sosmed dan lainnya silakan dipakai terus. Besok kita ketemu bupati dan walikota,” katanya.

Yang kemarin tidak dukung saya, kata Ganjar, tetep terima kasih. Dia pun bersyukur gelaran Pilkada di Jateng kemarin menjadi panutan bagi daerah lain.

“I love u full. Ya selesai ya salaman, emangnya kita perang. Alhamdulillah Jawa jadi contoh juga untuk pilkada yg baik. Maka selanjutnya kita ikhtiar bersama-sama membangun jawa tengah,” tuturnya.

Untuk memulai pekerjaan selama selama lima tahun ke depan, Ganjar ingin memulai dengan hal baik. Yang dia harapkan kebaikan itu akan mengular meski bakal menghadapi Pilpres.

“Saya ingin mulai dengan solawatan maka Jateng Bershalawat lagi mulai malam ini. Saya ingin jateng adem ayem. Apalagi akan Pilpres, tonjolkan dua calon yg baik-baik. Jangan elek-eleke tok. Jadi Indonesia punya harapan ke depan,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *