Nelayan Rembang Temui Ganjar, Minta Surat Izin Melaut Diperpanjang

SEMARANG (Asatu.id) – Tidak hanya rombongan petani Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali saja yang menemui Ganjar Pranowo di hari pertama tugasnya sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023, di kantor gubernuran, Kamis (6/9).

Setelah itu, sembilan orang nelayan asal Rembang juga datang dan menemui Ganjar. Para nelayan itu membawa oleh-oleh tujuh kilogram ikan Kemplang, hasil tangkapan semalam.

Ganjar kemudian memanggil stafnya dan meminta ikan itu diganti uang, karena para nelayan itu biasanya mencari ikan untuk dijual.

Kepada Ganjar, para nelayan menyampaikan keluhan terkait surat izin penangkapan ikan (SIPI). Mereka meminta gubernur mau memperpanjang SIPI yang sudah habis 30 Juni 2018 lalu.

“Kami bingung pak, suratnya belum bisa diperpanjang karena alasan dari Pak Lalu (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi) katanya menunggu Pergub,” kata Supadi, mewakili teman-temannya.

Supadi menambahkan, jika para nelayan nekat melaut tanpa SIPI maka harus menggunakan solar industri yang harganya jauh lebih mahal dibanding solar subsidi.

“Jatuhnya lebih mahal karena selisihnya dengan solar subsidi sekitar Rp 4.000. Kami ingin SIPI sementara diperpanjangan saja biar kami bisa beli yang subsidi,” pintanya.

Ganjar pun membenarkan jika pengurusan izin memang rumit. Sementara jika nelayan tak memiliki SIPI, otomatis tidak bisa membeli solar bersubsidi. Ganjar juga mengaku sudah melaporkan hal itu kepada Menteri Susi.

“Saya sudah ngomong sama Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan), enggak tahu ini kok lama sekali. Kalau perlu tak tungguin sendiri, ben ndang dadi (buar cepat selesai),” jelas Ganjar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *