Tarik Ulur Relokasi, Pemkot Beri Dua Opsi untuk PKL Terminal Terboyo

SEMARANG (Asatu.id) – Pedagang Kaki Lima (PKL) Terminal terboyo hingga hari ini, Rabu, (5/9) masih bertahan berjualan di terminal. Meski secara resmi per tanggal 1 September lalu, Terminal tersebut sudah resmi di tutup untuk dibangun terminal barang.

Terkait hal itu, Pj Sekda Kota Semarang Agus Riyanto memberikan dua opsi yakni pedagang untuk tetap berjualan di terminal yakni dengan dibangunkan lapak sementara, atau pindah ditempat relokasi yang sebelumnya sudah ditawarkan yakni Pasar Banjardowo.

“Opsi in kami tawarkan kepada para PKL. Untuk relokasi sementara di terminal terboyo bisa kita buatkan bedeng-bedeng di jalan masuk menuju terminal tapi nantinya kita akan kaji bersama mengingat juga jalan itu dilintasi truk-truk,” katanya.

Olehkarenanya, Agus mendorong untuk pedagang mendata semua anggota. Baik yang berminat di relokasi Terminal Teroyo maupun di Pasar Banjardowo.

“Secepatnya didata, sehingga kami tau jumlah bedeng-bedeng sementara yang akan dibangun untuk pedagang,” ungkapnya.

Sementara Lanjut Agus, di area Pasar Banjardowo nantinya akan dibangun terminal tipe C yang tahapanya saat ini sudah masuk dalam tahap perencanaan dan pencarian lahan.

“Sedangkan nanti terboyo akan menjadi terminal angkutan barang.Jadi kami sudah sampaikan kepada para pedagang, untuk mendata seluruh pedagang,” katanya.

Sementara agus mengatakan, nantinya jika terminal barang dan terminal tipe C yang akan di bangun sudah jadi atau diresmikan. Pedagang bisa menentukan pilihan, apakah akan berjualan di terminal barang atau berjualan di terminal Tipe C yang akan dibangun di kawasan Pasar Banjardowo.

“Olehkarena itu, kita butuh data yang fix dan tidak berubah-rubah, berapa jumlah pedagang dan dimana mereka ingin berjualan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah dari Pemerintah Kota Semarang yang dengan cepat mengatasi polemik pedagang Terminal Terboyo.

“Sebelumnya sudah diberi solusi relokasi di Pasar Banjardowo,tapi kenyataannya dilapangan jumlah lapak semakin kesini semakin berkurang. Ini diberi solusi dua opsi tinggal pedagang nanti yang memilih mau berjualan diman,” katanya.

Dengan adanya opsi tersebut, Lanjut Supriyadi pihaknya menginginkan komitmen dari pedagang terkait jumlah PKL yang ada. Karen ajumlah tersebut sangat menentukan rencana pembangunan kios di Terminal Terboyo.

“Harus ada data jumlah yang pasti, karena ini kan nanti berkaitan dengan lapak yang akan di bangun di Terminal terboyo,” ungkapnya. (bud) 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *