Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Sosialisasikan AOCC

SEMARANG (Asatu.id) PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi Airport Operation Control Center (AOCC), Senin (3/9).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efektivitas kegiatan operasional dan pelayanan kepada stakeholder dan pengguna jasa bandara.

AOCC berfungsi sebagai pusat komando seluruh aktivitas di bandara baik dari sisi darat, terminal maupun sisi udara yang dapat memperlancar koordinasi petugas bandara untuk menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan.

“Ini merupakan perwujudan komitmen Angkasa Pura I dalam melakukan digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi ‘Smart Airport’. Selain itu, upaya ini juga dilakukan demi mewujudkan operational excellence dan service excellence,” ujar Indah Preastuty PTS. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Sebelumnya, ada sembilan bandara yang sudah mengimplementasikan AOCC, yaitu Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara  Frans Kaisiepo Biak.

“Go Live AOCC di delapan bandara yang dikelola oleh AP I serentak dilaksanakan pada tanggal 1 September 2018, kedepannya AOCC harus bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi agar dapat terkoneksi dengan teman-teman Airlines dan Ground Handling,” jelasnya.

Ia menjelaskan, AOCC merupakan wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bandara yang terdiri atas Airport Operator, Airline Operators, Air Navigation, dan Authorities. Menurutnya, keberadaan seluruh perwakilan pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang sama akan berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional yang dapat diambil.

Ia berharap ruang AOCC tersebut dapat menjadi ruang untuk pola collaborative decision making yang baik. “Jadi seluruh kegiatan yang terjadi di bandara terpantau dan terkontrol dalam satu kendali,” tambah Indah. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *