Sepi, PKL Terminal Terboyo Masih Enggan Pindah Lapak

SEMARANG (Asatu.id) –   Tanda-tanda operasi armada, baik bus AKDP maupun AKAP, di Terminal Terboyo sudah tidak terlihat lagi sejak penutupan, Sabtu (1/9). Namun, hampir seluruh PKL di kawasan terminal itu tetap melaksanakan aktivitas, seperti saat terminal masih ”hidup”.

“Tetap jualan seperti biasanya, masak seperti biasanya tidak dikurangi. Pikirannya kan kalau orang jualan, mungkin kalau gak ada bus ya nanti ada orang lewat,” ujar Sri, salah satu PKL Terminal Terboyo, Sabtu (1/9).

Sri mengaku jualannya sangat berbeda ketika masih ada armada bus yang beroperasi di Terminal Terboyo. Menurutnya, lapak yang sudah dihuninya kurang lebih tiga puluh tahun itu sangat mendukung kehidupan keluarganya.

Dia mengatakan setelah penutupan itu warungnya menjadi sepi. Namun, dirinya dan pedagang lain sepakat untuk saat ini tidak pindah ke relokasi yang disediakan pihak terkait, yaitu di Banjardowo.

“Ada tempatnya di Banjardowo, tapi di Banjardowo itu sepi, belum pada mau pindah di sana. Banjardowo juga belum ada terminal yang jelas. Seandainya di sana sudah ada bentuk terminal, sudah pasti, kita mau pindah sana,” tuturnya.

Hal tersebut juga diakui Ana, PKL yang berlapak di emperan terminal. Dia mengeluhkan warungnya yang sepi setelah penutupan Terminal Terboyo. Meski demikian, ia pun tetap berjualan di sana walau sepi pembeli.

Menurutnya, pekerjaan berdagang itu harus tetap dijalankan sambil menunggu perbaikan dari pihak terminal tersebut.

“Kalau terpaksa pindah, tunggu perbaikan. Padahal Pasar Banjardowo tempatnya nggak memungkinkan. Mendingan di sini tidak apa-apa sebelum dibangun, gak papa nanti saya pindah di belakangnya dulu. Dikasih tempat di mana pun ya mau yang penting di sini,” tegasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *